ilustrasi aplikasi kalkulator (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Di balik ringannya cicilan, terdapat risiko besar jika perencanaan keuangan tidak matang. Masalah utama muncul ketika masa tenor habis dan nasabah tidak memiliki dana tunai yang cukup untuk melunasi pembayaran akhir yang besar tersebut. Jika gagal bayar, kendaraan terancam ditarik oleh pihak pembiayaan meskipun cicilan bulanan selama bertahun-tahun selalu dibayar tepat waktu.
Opsi melakukan pembiayaan ulang (refinancing) untuk sisa utang tersebut memang sering tersedia, namun hal ini berarti nasabah harus membayar bunga tambahan, sehingga total biaya kendaraan menjadi jauh lebih mahal. Selain itu, jika harga jual kembali kendaraan jatuh di bawah nilai sisa utang, nasabah harus merogoh kocek lebih dalam hanya untuk sekadar menutup pinjaman lama. Pemilihan skema ini memerlukan disiplin tinggi dalam menabung atau kepastian bahwa akan ada pemasukan besar di masa depan.
Apakah Anda ingin saya menghitung simulasi perbandingan biaya antara kredit konvensional dan balloon payment untuk tipe kendaraan tertentu?