Raksasa otomotif multinasional, Stellantis, baru saja merilis laporan keuangan tahun penuh 2025 yang mengejutkan pasar global. Perusahaan hasil merger FCA dan PSA ini terpaksa mencatatkan rapor merah akibat pergeseran strategi besar-besaran yang menjauh dari pengembangan produk listrik murni secara eksklusif.
Langkah berani ini diambil untuk menempatkan kembali preferensi pelanggan dan kebebasan memilih teknologi sebagai inti dari rencana masa depan perusahaan. Meskipun harus menelan kerugian hingga ratusan triliun rupiah, Stellantis meyakini bahwa penyesuaian strategi elektrifikasi ini adalah fondasi penting untuk pertumbuhan yang lebih sehat.
