Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mobil Listrik
Mobil Listrik (unsplash.com/juice)

Intinya sih...

  • Wuling Air ev (Long Range): Harga terjun bebas, performa badak, dan pajak murah meriah.

  • Hyundai Ioniq 5 (Tipe Prime): Desain retro-futuristik, harga mulai terjangkau, dan platform E-GMP tercanggih.

  • Nissan Leaf (Gen 2): Harga di bawah Rp400 juta, kenyamanan suspensi juara, dan fitur e-Pedal yang nyaman di kemacetan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar buruk buat kamu yang nunda beli mobil listrik (EV) tahun lalu: Subsidi pemerintah resmi abis di 2026 ini, Guys! Harga mobil baru otomatis melonjak balik ke harga normal yang bikin dompet nangis.

Tapi tenang, jangan panik dulu. Justru sekarang momen emas buat ngelirik pasar mobil bekas. Banyak EV keluaran 2022-2023 yang harganya lagi terjun bebas alias anjlok parah, padahal kondisi baterainya masih prima alias di atas 90 persen.

Dari pada maksa beli baru tapi boncos, mending cek 5 mobil listrik second rekomendasi ini. Harganya udah "kena mental", tapi performanya masih juara!

1. Wuling Air ev (Long Range): Si mungil yang harganya terjun bebas

Wuling Air ev (Long Range) (wuling.id)

Dulu pas baru rilis harganya nyentuh 300 jutaan. Sekarang? Di pasar mobil bekas, kamu bisa nemu varian Long Range (300 km) di angka Rp150-180 jutaan aja!

Kenapa Worth It:
Baterainya badak banget (LFP) dan jarang ada kasus degradasi parah. Buat komuter harian Jakarta-Tangerang, ini pilihan paling logis. Plus, pajaknya murah meriah, cuma ratusan ribu setahun.

2. Hyundai Ioniq 5 (Tipe Prime): Mobil sultan yang mulai terjangkau

Hyundai Ioniq 5 Tipe Prime (hyundai.com/id)

Siapa sih yang gak naksir desain retro-futuristiknya Ioniq 5? Dulu harganya selangit (Rp700-800 juta). Di 2026, harga bekasnya udah mulai nyentuh angka Rp500 jutaan kecil buat tipe Prime 2022.

Kenapa Worth It:
Platform E-GMP-nya Hyundai itu salah satu yang tercanggih. Kabin luas, charging super cepet (kalau dapet SPKLU Ultra Fast). Asal Service Record-nya jelas di bengkel resmi, sikat aja!

3. Nissan Leaf (Gen 2): Legenda yang sering dilupakan

Nissan Leaf (nissanusa.com)

Ini hidden gem banget. Nissan Leaf sering kalah pamor sama mobil China/Korea, padahal dia adalah pionir mobil listrik dunia. Harga bekasnya sekarang udah di bawah Rp400 juta.

Kenapa Worth It:
Kenyamanan suspensinya juara, khas sedan Jepang. Fitur e-Pedal-nya bikin nyetir di kemacetan Jakarta jadi gak capek karena jarang injek rem. Cuma satu tips: Cek kondisi baterai (Battery Health) lebih teliti karena dia pake pendingin udara (air cooled), bukan cairan.

4. MG 4 EV: Hatchback kencang harga miring

MG 4 EV (wikipedia.org)

Mobil ini sempet hype karena desainnya yang agresif dan handling-nya yang enak banget (RWD alias penggerak roda belakang). Bekasnya sekarang bisa dapet di kisaran Rp300 jutaan.

Kenapa Worth It:
Buat kamu yang suka nyetir (driving enthusiast), ini opsi terbaik. Akselerasinya nampol. Harga jual kembalinya emang agak jatuh (resiko merek China non-mainstream), tapi itu justru keuntungan buat kamu sebagai pembeli tangan kedua, kan?

5. DFSK Gelora E: Solusi cuan buat bisnis

DFSK Gelora E (dsfkmotors.co.id)

Mau mobil listrik yang muat sekampung atau buat disulap jadi Campervan? Gelora E bekas harganya udah nyentuh Rp200 jutaan.

Kenapa Worth It:
Satu-satunya van listrik murah di pasaran. Kabinnya luas banget. Cocok buat kamu yang mau buka usaha travel shuttle ramah lingkungan atau yang hobi road trip bareng geng tapi gak mau pusing mikirin bensin.

Beli mobil listrik bekas emang butuh ketelitian ekstra, terutama soal kesehatan baterai (State of Health). Tapi kalau dapet unit yang sehat, kamu bisa hemat ratusan juta lho! Jadi, udah siap berburu mobil impian versi hemat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team