Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tanda Ban Mobil Perlu Diganti setelah Perjalanan Jauh
ilustrasi mobil (pexels.com/Ahmed Abouelhassan)
  • Ban perlu diganti jika tapak menipis, rusak, atau aus tidak merata.

  • Tanda lain termasuk sering kempis dan muncul getaran saat berkendara.

  • Mengganti ban tepat waktu penting untuk menjaga keselamatan dan stabilitas mobil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan jauh, seperti mudik atau road trip lintas kota, bisa memberikan beban ekstra pada mobil, terutama pada ban. Selama ratusan, bahkan ribuan kilometer perjalanan, ban terus bekerja menahan berat kendaraan, menghadapi panas aspal, dan berbagai kondisi jalan. Tidak heran kalau setelah perjalanan panjang, kondisi ban bisa mengalami penurunan tanpa kita sadari.

Sayangnya, kerusakan ban sering kali tidak langsung terlihat. Banyak orang hanya mengecek sekilas, lalu menganggap semuanya masih baik-baik saja. Padahal, ban yang sudah aus atau rusak bisa meningkatkan risiko pecah ban, kehilangan kendali kendaraan, hingga kecelakaan. Karena itu, setelah perjalanan jauh, sebaiknya luangkan waktu untuk memeriksa kondisi ban secara menyeluruh. Berikut beberapa tanda ban mobil sudah sebaiknya diganti.

1. Kedalaman tapak ban sudah menipis

ilustrasi mobil (pexels.com/Grish Petrosyan)

Kedalaman tapak ban merupakan indikator utama keamanan ban. Tapak yang cukup dalam membantu ban mencengkeram permukaan jalan, terutama saat kondisi basah. Sebagian besar produsen merekomendasikan mengganti ban ketika kedalaman tapak mendekati 1,6 mm. Namun, untuk menjaga daya cengkeram yang optimal, sebaiknya lakukan penggantian sejak kedalaman sekitar 3 mm, terutama jika sering berkendara di jalan basah.

Setelah perjalanan jauh, periksa bagian tapak ban. Jika garis indikator keausan sudah sejajar dengan permukaan tapak atau alurnya terlihat sangat tipis, itu tanda ban sudah waktunya diganti. Ban dengan tapak yang terlalu tipis akan lebih mudah tergelincir dan kurang stabil saat pengereman.

2. Muncul retakan, benjolan, atau sobekan pada dinding ban

ilustrasi mobil (pexels.com/Sight See-RR)

Perjalanan panjang, apalagi melewati jalan yang tidak rata atau suhu yang panas, dapat menyebabkan kerusakan pada dinding ban (sidewall). Kerusakan ini bisa berupa retakan kecil, sobekan, atau bahkan benjolan seperti gelembung. Benjolan pada dinding ban merupakan tanda yang sangat berbahaya. Hal ini biasanya menunjukkan bahwa struktur internal ban sudah melemah. Jika dibiarkan, ban bisa pecah tiba-tiba saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Jika kamu melihat retakan yang cukup jelas, tonjolan, atau kerusakan pada sisi ban, sebaiknya segera ganti ban tersebut meski secara tampilan ban masih terlihat tebal.

3. Keausan ban tidak merata

ilustrasi mobil (pexels.com/Ahmed Abouelhassan)

Setelah menempuh perjalanan jauh, kadang muncul pola keausan yang tidak merata pada ban, misalnya bagian dalam ban lebih cepat aus, bagian luar lebih tipis, atau bagian tengahnya yang terkikis lebih dulu. Keausan yang tidak merata bisa disebabkan oleh faktor:

  • tekanan ban yang tidak sesuai,

  • masalah spooring atau alignment,

  • suspensi yang mulai aus, dan

  • rotasi ban yang jarang dilakukan.

Ban yang aus tidak merata biasanya menimbulkan suara berisik saat mobil melaju dan dapat mengurangi daya cengkeram pada permukaan jalan. Kondisi ini juga bisa membuat kendaraan terasa kurang stabil, terutama saat berbelok atau mengerem. Jika pola keausannya sudah cukup parah, sebaiknya ban segera diganti sambil memperbaiki penyebab utamanya.

4. Ban sering kehilangan tekanan udara

ilustrasi mobil (unsplash.com/Grahame Jenkins)

Jika setelah perjalanan jauh kamu mendapati ban sering kempis atau tekanan anginnya cepat berkurang, ini bisa menjadi tanda adanya masalah. Macam-macam penyebabnya:

  • tertusuk benda tajam,

  • kerusakan pada katup ban, atau

  • kebocoran kecil pada struktur ban.

Memang beberapa kerusakan masih bisa ditambal. Namun, jika ban terus-menerus kehilangan tekanan udara atau sering mengalami kebocoran, kemungkinan struktur ban sudah tidak lagi kuat. Dalam kondisi seperti ini, mengganti ban biasanya menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan terus melakukan perbaikan.

5. Muncul getaran kuat saat mobil melaju

ilustrasi seseorang sedang mengendarai mobil (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

Getaran pada setir atau lantai mobil saat melaju di jalan tol juga bisa menjadi tanda ban bermasalah. Kadang, penyebabnya hanya karena ban tidak seimbang (balancing), tetapi bisa juga karena ban sudah aus atau rusak. Jika setelah balancing getaran masih terasa, kemungkinan tapak ban sudah tidak rata atau terdapat kerusakan pada bagian dalam ban. Kondisi ini dapat memengaruhi kestabilan kendaraan dan membuat mobil terasa sulit dikendalikan. Selain itu, jika mobil cenderung menarik ke satu sisi meski sudah dilakukan spooring, bisa jadi ada kerusakan pada struktur ban yang mengharuskan penggantian.

Setelah melakukan perjalanan panjang, penting untuk memeriksa kondisi ban secara menyeluruh. Perhatikan kedalaman tapak, kondisi dinding ban, tekanan udara, dan pola keausannya. Jika kamu menemukan tanda-tanda di atas, sebaiknya segera ganti ban tersebut. Mengganti ban tepat waktu bukan hanya menjaga kenyamanan berkendara, melainkan juga sangat penting untuk keselamatan pada perjalanan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎