Jakarta, IDN Times - Selama ini salah satu kelemahan terbesar mobil listrik adalah suhu dingin. Saat temperatur turun drastis, kapasitas baterai ikut anjlok dan waktu pengisian bisa berlipat ganda. Oleh karena itu, mobil listrik sering dianggap kurang cocok untuk negara bersalju ekstrem.
Namun riset terbaru dari China menunjukkan arah berbeda. Para peneliti berhasil menguji baterai berbasis aluminium di kondisi musim dingin ekstrem dan hasilnya justru mendekati performa normal.
