Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)
ilustrasi jalan tol (vecteezy.com/khoidir76)

Kondisi jalan tol yang tidak selamanya mulus menjadi tantangan serius bagi setiap pengemudi. Lubang-lubang yang menganga, terutama saat musim hujan, sering kali menjadi jebakan maut yang mengancam keselamatan jiwa dan kesehatan komponen kendaraan secara mendadak.

Kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan membuat risiko saat menghantam lubang menjadi berlipat ganda. Diperlukan kewaspadaan ekstra serta teknik mengemudi yang tepat agar perjalanan tetap nyaman tanpa harus berakhir di bahu jalan akibat kerusakan ban atau kaki-kaki mobil.

1. Jaga jarak aman dan fokus pada arah pandangan

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Kunci utama untuk menghindari lubang adalah memiliki waktu reaksi yang cukup. Ketika mobil melaju kencang, jarak pandang harus difokuskan jauh ke depan, bukan hanya terpaku pada kendaraan di depannya. Dengan menjaga jarak yang lebar dengan mobil lain, pengemudi bisa mendeteksi keberadaan lubang lebih dini sebelum terhalang oleh badan kendaraan lain.

Selain itu, hindari mengemudi terlalu dekat di belakang kendaraan besar seperti truk atau bus. Kendaraan besar sering kali memiliki jarak terendah ke tanah (ground clearance) yang tinggi sehingga mereka bisa melintasi lubang besar tanpa bermanuver, namun bagi mobil penumpang, lubang tersebut bisa berakibat fatal. Dengan jarak yang cukup, tersedia ruang untuk melakukan manuver menghindar secara halus tanpa membahayakan pengguna jalan lain.

2. Jangan melakukan pengereman mendadak di atas lubang

ilustrasi sopir (pexels.com/Tobi)

Insting manusia sering kali memaksa kaki untuk menginjak rem sedalam mungkin saat melihat lubang di depan mata. Namun, mengerem tepat saat roda masuk ke dalam lubang justru meningkatkan risiko kerusakan. Ketika rem diinjak, beban mobil berpindah ke depan sehingga suspensi tertekan maksimal. Dalam kondisi ini, roda tidak memiliki ruang untuk meredam benturan, sehingga hantaman akan langsung mengenai velg dan komponen suspensi.

Langkah yang lebih bijak adalah mengurangi kecepatan sebelum mencapai lubang. Jika posisi lubang sudah sangat dekat dan tidak mungkin dihindari, lepaskan pedal rem sesaat sebelum roda masuk ke lubang. Hal ini membiarkan ban berputar bebas dan suspensi bekerja dalam posisi yang lebih rileks untuk menyerap energi benturan, sehingga risiko ban pecah atau velg bengkok dapat diminimalisir.

3. Periksa tekanan udara ban secara berkala

ilustrasi memompa ban mobil (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen)

Ban adalah satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Memastikan tekanan udara ban sesuai dengan spesifikasi pabrikan adalah perlindungan terbaik melawan jalanan berlubang. Ban yang kurang angin (kempes) jauh lebih rentan rusak karena dinding samping ban bisa terjepit di antara velg dan pinggiran lubang yang tajam, yang sering menyebabkan benjolan atau sobekan samping.

Sebaliknya, ban yang terlalu keras juga tidak baik karena daya redamnya berkurang secara drastis, membuat getaran benturan merambat langsung ke seluruh kabin dan sistem kemudi. Selain tekanan udara, pastikan kondisi tapak ban masih tebal agar memiliki daya cengkeram yang maksimal, terutama jika jalan tol dalam keadaan basah yang membuat lubang sering kali tidak terlihat karena tertutup genangan air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team