ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Daniel Andraski)
Jika situasi buruk ini terjadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan jangan mencoba mematikan mesin hanya dengan mencabut kunci kontak, karena hal itu tidak akan menghentikan aliran oli yang terbakar. Untuk mobil transmisi manual, cara tercepat untuk menghentikan mesin adalah dengan menginjak rem sekuat tenaga, memasukkan gigi tertinggi (gigi 5 atau 6), lalu melepas kopling secara mendadak untuk memaksa mesin mati (stall). Langkah ini efektif untuk memutus putaran mekanis mesin sebelum kerusakan fatal terjadi.
Bagi pengguna transmisi otomatis, situasinya jauh lebih sulit karena mesin tidak bisa dipaksa mati melalui transmisi. Satu-satunya cara adalah dengan menutup aliran udara yang masuk ke mesin secara total, misalnya dengan menyumbat saluran intake menggunakan kain tebal atau menutupnya dengan benda keras (seperti papan atau buku besar). Namun, tindakan ini sangat berisiko dan hanya boleh dilakukan jika posisi saluran udara mudah dijangkau. Prioritas utama tetaplah keselamatan nyawa; jika mesin sudah mengeluarkan asap putih pekat dan suara raungan yang ekstrem, segera menjauh dari kendaraan untuk menghindari risiko ledakan atau kebakaran.