Momen mudik lebaran sering kali menjadi panggung tidak resmi bagi ajang pamer keberhasilan materi, termasuk kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Melihat mobil tetangga yang lebih mewah, lebih baru, atau lebih canggih secara tidak sengaja dapat memicu rasa minder dan bibit iri hati yang merusak suasana kemenangan Idul Fitri.
Perasaan iri jika dibiarkan tumbuh akan merampas kebahagiaan sejati dan membuat fokus perjalanan mudik bergeser dari silaturahmi menjadi kompetisi yang melelahkan. Mengelola kesehatan mental dan menjaga hati agar tetap jernih sangat diperlukan agar momen berkumpul bersama keluarga tetap terasa hangat tanpa terbebani oleh rasa haus akan pengakuan sosial.
