Menempuh perjalanan lintas kota melalui jalur hutan atau perbukitan sering kali membawa kendaraan melewati kawasan yang memiliki reputasi angker bagi masyarakat setempat. Suasana senyap, pepohonan rimbun, dan minimnya penerangan jalan sering kali memicu imajinasi liar yang bisa mengganggu konsentrasi serta ketenangan batin selama mengemudi.
Meskipun kepercayaan terhadap hal mistis bersifat subjektif, menjaga kondisi psikologis tetap stabil saat melewati jalur "berdarah" atau keramat adalah kunci keselamatan utama. Menghadapi tempat yang dianggap angker memerlukan perpaduan antara penghormatan terhadap kearifan lokal serta ketajaman logika agar perjalanan tetap berjalan lancar tanpa gangguan emosional yang berlebihan.
