Kasus penipuan dengan modus segitiga semakin marak terjadi dalam bursa jual beli kendaraan bekas karena kecanggihan manipulasi psikologis sang pelaku. Dalam skema ini, penipu berperan sebagai "orang tengah" yang menghubungkan penjual asli dengan pembeli asli, namun dengan tujuan mengalihkan dana transaksi ke rekening pribadi miliknya.
Kurangnya kewaspadaan saat melakukan pertemuan tatap muka sering kali menjadi celah bagi penipu untuk melancarkan aksinya. Memahami cara kerja dan menerapkan prosedur verifikasi yang ketat merupakan langkah mutlak guna menjamin keamanan dana serta kepemilikan unit kendaraan agar tidak terjerat dalam sengketa hukum yang merugikan di kemudian hari.
