Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menjual mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi menjual mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Verifikasi identitas dan larangan intervensi pihak ketiga

  • Pastikan komunikasi langsung antara penjual dan pembeli

  • Minta kartu identitas asli untuk dicocokkan dengan data pada STNK dan BPKB

  • Ketegasan dalam verifikasi identitas memutus celah bagi penipu

  • Konfirmasi rekening tujuan hanya atas nama pemilik dokumen

  • Pembayaran hanya boleh dilakukan ke rekening bank yang namanya sama persis dengan yang tertera di BPKB atau KTP penjual

  • Lakukan konfirmasi ulang secara lisan di lokasi pertemuan

  • Bacakan nama pemilik rekening dengan suara keras di

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus penipuan dengan modus segitiga semakin marak terjadi dalam bursa jual beli kendaraan bekas karena kecanggihan manipulasi psikologis sang pelaku. Dalam skema ini, penipu berperan sebagai "orang tengah" yang menghubungkan penjual asli dengan pembeli asli, namun dengan tujuan mengalihkan dana transaksi ke rekening pribadi miliknya.

Kurangnya kewaspadaan saat melakukan pertemuan tatap muka sering kali menjadi celah bagi penipu untuk melancarkan aksinya. Memahami cara kerja dan menerapkan prosedur verifikasi yang ketat merupakan langkah mutlak guna menjamin keamanan dana serta kepemilikan unit kendaraan agar tidak terjerat dalam sengketa hukum yang merugikan di kemudian hari.

1. Verifikasi identitas dan larangan intervensi pihak ketiga

ilustrasi pembeli dan penjual mobil (pexels.com/Antoni Shkraba)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan komunikasi hanya terjadi secara langsung antara penjual dan pembeli tanpa perantara yang mencurigakan. Penipu biasanya akan melarang kedua belah pihak untuk membicarakan harga atau detail transaksi saat bertemu, dengan alasan bahwa kendaraan tersebut adalah hadiah atau sedang dalam urusan utang piutang. Jika muncul instruksi untuk "diam" atau mengikuti skenario tertentu dari orang yang tidak hadir di lokasi, transaksi tersebut harus segera dibatalkan.

Setiap pihak wajib meminta kartu identitas asli untuk dicocokkan dengan data pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pastikan orang yang datang melihat unit adalah orang yang sama yang melakukan komunikasi di awal melalui telepon atau aplikasi pesan singkat. Ketegasan dalam melakukan verifikasi identitas ini akan memutus celah bagi penipu yang berusaha memanipulasi informasi di antara kedua belah pihak yang sebenarnya jujur.

2. Konfirmasi rekening tujuan hanya atas nama pemilik dokumen

ilustrasi pembeli dan penjual mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Kesalahan fatal yang sering terjadi dalam penipuan segitiga adalah pengiriman dana ke rekening atas nama orang lain yang diklaim sebagai saudara, rekan kerja, atau atasan. Prinsip utama yang tidak boleh dilanggar adalah pembayaran hanya boleh dilakukan ke rekening bank yang namanya sama persis dengan yang tertera di BPKB atau KTP penjual. Jika penjual asli meminta pembayaran ke rekening orang lain, pembeli wajib menaruh kecurigaan tinggi dan melakukan konfirmasi ulang secara lisan di lokasi pertemuan.

Penipu biasanya akan memberikan nomor rekening pribadinya kepada pembeli, sementara penjual asli tidak menyadari bahwa pembeli sedang diarahkan untuk mentransfer ke orang jahat. Oleh karena itu, sebelum menekan tombol kirim pada aplikasi perbankan, pembeli harus membacakan nama pemilik rekening dengan suara keras di depan penjual asli. Jika penjual asli merasa tidak mengenali nama pemilik rekening tersebut, maka rantai penipuan telah berhasil dideteksi dan transaksi harus segera dihentikan untuk menghindari kehilangan uang.

3. Dokumentasi lengkap saat serah terima unit kendaraan

ilustrasi menjual mobil (pexels.com/antoni)

Setelah pembayaran dipastikan masuk ke rekening penjual yang sah, proses dokumentasi menjadi perlindungan hukum terakhir. Buatlah kuitansi jual beli di atas materai yang mencantumkan detail kendaraan secara lengkap, mulai dari nomor rangka, nomor mesin, hingga identitas jelas kedua belah pihak. Foto bersama antara penjual, pembeli, unit kendaraan, serta identitas masing-masing dapat menjadi bukti kuat jika di kemudian hari muncul klaim dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab.

Dokumentasi ini juga berfungsi untuk mencatat waktu perpindahan kepemilikan secara akurat. Penipu sering kali menghilang segera setelah dana masuk ke rekening mereka, meninggalkan penjual dan pembeli asli dalam situasi konflik. Dengan adanya bukti fisik dan saksi saat pertemuan, posisi hukum baik bagi penjual maupun pembeli akan jauh lebih kuat. Jangan pernah menyerahkan kunci dan dokumen asli kendaraan sebelum uang benar-benar terverifikasi masuk ke saldo rekening pribadi pemilik sah kendaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team