Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uni Eropa Wajibkan Mobil Baru Pakai Pemantau Wajah Pengemudi
Ilustrasi BWM Seri 3 (Pexels/bmw.co.id)
  • Uni Eropa mewajibkan semua mobil baru memiliki sistem pemantauan wajah dan mata pengemudi mulai 7 Juli 2026 untuk meningkatkan keselamatan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas.
  • Sistem Advanced Driver Distraction Warning (ADDW) memakai sensor inframerah dan perangkat lunak analisis pandangan guna mendeteksi gangguan perhatian pengemudi secara real time di dalam kabin kendaraan.
  • Aturan ini didasarkan pada data bahwa gangguan perhatian menyebabkan hingga 30 persen kecelakaan, dengan potensi menyelamatkan sekitar 25.000 nyawa di Uni Eropa hingga tahun 2038.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Nanti semua mobil baru di Eropa harus punya alat yang bisa lihat wajah dan mata sopir. Alat itu tahu kalau sopir tidak lihat jalan lama. Kalau sopir meleng, mobil kasih bunyi dan lampu supaya dia fokus lagi. Aturan ini mulai tahun 2026 supaya orang tidak banyak celaka di jalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Uni Eropa resmi memberlakukan aturan baru yang mewajibkan seluruh mobil baru dilengkapi dengan sistem pemantauan wajah dan mata pengemudi. Regulasi tersebut mulai berlaku pada 7 Juli 2026 sebagai bagian dari pembaruan Peraturan Keselamatan Umum yang bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas.

Kebijakan ini menandai perubahan besar dalam industri otomotif Eropa. Jika sebelumnya teknologi pemantauan pengemudi hanya tersedia pada beberapa model kendaraan sebagai fitur tambahan, kini seluruh mobil penumpang dan van baru yang dipasarkan di kawasan Uni Eropa harus memiliki sistem tersebut. Aturan ini diperkirakan akan memengaruhi sekitar 15 juta kendaraan baru setiap tahunnya.

1. Sistem memantau arah pandangan pengemudi

Ilustrasi BWM Seri 5 (Pexels/bmw.co.id)

Fitur yang diwajibkan dalam aturan baru tersebut dikenal sebagai Advanced Driver Distraction Warning (ADDW). Sistem ini memanfaatkan sensor inframerah yang dipasang di area dasbor serta didukung perangkat lunak yang mampu menganalisis arah pandangan, gerakan kepala, dan posisi mata pengemudi secara real time.

Perangkat lunak kemudian memetakan sejumlah area di dalam kabin yang berpotensi mengalihkan perhatian pengemudi. Area tersebut meliputi panel instrumen, layar sistem infotainment, roda kemudi, konsol tengah, hingga bagian bawah kabin. Dengan teknologi ini, kendaraan dapat mengenali ketika perhatian pengemudi terlalu lama teralihkan dari kondisi jalan di depan.

2. Pengemudi akan mendapat peringatan otomatis

Ilustrasi BWM Seri 1 (Pexels/bmw.co.id)

Sistem ADDW dirancang untuk memberikan peringatan ketika pengemudi terlalu lama tidak memperhatikan jalan. Apabila pandangan tertuju ke dalam kabin selama lebih dari enam detik saat kendaraan melaju pada kecepatan 20 hingga 50 kilometer per jam, sistem akan mengaktifkan peringatan visual dan suara.

Sementara itu, ketika kendaraan melaju di atas kecepatan 50 kilometer per jam, batas waktunya menjadi lebih singkat, yaitu sekitar 3,5 detik. Untuk mengurangi kemungkinan kesalahan pembacaan, perangkat lunak juga memiliki toleransi minimum sekitar 50 milidetik sebelum memutuskan bahwa perhatian pengemudi benar-benar teralihkan. Dengan cara tersebut, sistem diharapkan tidak mudah memberikan peringatan yang tidak diperlukan akibat gerakan mata atau kepala yang berlangsung sangat singkat.

3. Ditujukan untuk menekan angka kecelakaan

Ilustrasi BWM Seri 2 (Pexels/bmw.co.id)

Penerapan aturan baru ini didasarkan pada data keselamatan yang menunjukkan bahwa gangguan perhatian menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Komisi Eropa memperkirakan sekitar 10 hingga 30 persen kecelakaan di kawasan tersebut berkaitan dengan pengemudi yang kehilangan fokus saat berkendara.

Melalui penerapan sistem pemantauan pengemudi, para pembuat kebijakan memperkirakan sekitar 25.000 nyawa dapat diselamatkan hingga tahun 2038. Teknologi ini diharapkan mampu mengingatkan pengemudi sebelum gangguan konsentrasi berkembang menjadi situasi berbahaya yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Langkah serupa juga mulai disiapkan di Amerika Serikat. Pemerintah setempat melalui program keselamatan lalu lintas federal tengah mengarahkan regulasi agar sistem pemantauan pengemudi menjadi perlengkapan wajib pada mobil baru mulai 2027. Kebijakan tersebut didukung oleh data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang menunjukkan bahwa gangguan perhatian berkontribusi terhadap 16 persen kecelakaan lalu lintas fatal, 21 persen kecelakaan yang menyebabkan cedera, serta 22 persen dari seluruh kecelakaan kendaraan di negara tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article