Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usai Mudik, Kapan Filter Udara dan AC Harus Diganti?
ilustrasi filter udara mobil (vecteezy.com/Roman Bulatov)
  • Perjalanan mudik membuat filter udara mesin cepat kotor akibat debu dan polusi, sehingga aliran udara terganggu dan performa mesin menurun.
  • Filter AC juga bekerja ekstra selama mudik, menumpuk debu dan partikel halus yang bisa mengurangi hembusan udara serta menimbulkan bau tidak sedap.
  • Setelah mudik, pengecekan dan penggantian filter udara serta AC disarankan lebih awal agar performa mesin dan kenyamanan kabin tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perjalanan mudik Lebaran sering membuat kendaraan bekerja dalam kondisi ekstrem, mulai dari paparan debu, polusi, hingga perubahan cuaca.

Salah satu komponen yang kerap luput dari perhatian adalah filter udara mesin dan filter AC, padahal keduanya punya peran penting dalam menjaga performa dan kenyamanan.

Setelah digunakan untuk perjalanan jauh, kondisi filter bisa jauh lebih kotor dibanding pemakaian harian. Jika dibiarkan, bukan hanya performa mesin yang menurun, tapi juga kualitas udara di dalam kabin ikut terdampak.

1. Filter udara mesin rentan tersumbat debu

Ilustrasi mengganti filter udara mobil yang baru (pexels.com/Mathias Reding)

Selama perjalanan mudik, terutama di jalur padat dan berdebu, filter udara mesin bekerja ekstra menyaring partikel kotoran sebelum masuk ke ruang bakar. Akumulasi debu ini bisa membuat aliran udara terganggu.

Akibatnya, pembakaran jadi tidak optimal dan performa mesin bisa terasa lebih berat. Dalam beberapa kasus, konsumsi bahan bakar juga ikut meningkat karena suplai udara tidak ideal.

Jika kondisi filter sudah terlalu kotor, membersihkan saja tidak cukup. Penggantian menjadi solusi terbaik agar aliran udara kembali normal.

2. Filter AC kotor ganggu kenyamanan kabin

Ilustrasi filter AC mobil (auto2000.co.id)

Selain filter mesin, filter AC juga mengalami beban kerja tinggi selama mudik. Debu, polusi, hingga partikel halus bisa menumpuk dan menghambat aliran udara dari sistem pendingin.

Dampaknya, hembusan AC terasa lebih lemah dan kabin menjadi kurang dingin. Bahkan, filter yang terlalu kotor bisa memicu bau tidak sedap saat AC dinyalakan.

Untuk menjaga kenyamanan, filter AC sebaiknya dibersihkan atau diganti, terutama jika mobil sering digunakan dalam kondisi macet atau lingkungan berdebu.

3. Waktu ideal penggantian setelah mudik

ilustrasi filter udara (pexels.com/cottonbro)

Secara umum, filter udara dan filter AC memiliki interval penggantian berkala. Namun setelah perjalanan mudik, pengecekan lebih awal sangat disarankan, meski belum mencapai batas kilometer.

Jika terlihat kotor, menghitam, atau aliran udara terasa berkurang, sebaiknya segera diganti. Biaya penggantian relatif terjangkau dibanding dampak yang ditimbulkan jika dibiarkan.

Melakukan perawatan sederhana ini bisa membantu menjaga performa mesin tetap optimal sekaligus memastikan kabin tetap nyaman untuk penggunaan harian setelah mudik.

Editorial Team