Perjalanan mudik sering kali diwarnai dengan kemacetan panjang yang menguras energi dan waktu. Dalam kondisi terjepit di tengah antrean kendaraan, jalur alternatif sering kali terlihat sebagai penyelamat yang menawarkan rute lebih cepat melalui jalan-jalan pedesaan atau jalur tikus yang jauh dari keramaian utama.
Namun, ketergantungan penuh pada aplikasi penunjuk jalan tanpa kewaspadaan tinggi dapat menjerumuskan pengemudi ke dalam situasi berbahaya. Jalur alternatif tidak jarang memiliki medan yang ekstrem, mulai dari tanjakan curam, jalan yang hanya muat satu kendaraan, hingga area terpencil yang minim penerangan dan fasilitas pendukung.
