Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Xiaomi SU7 Hanya Terjual 218 Unit Sepanjang Februari 2026
Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)
  • Penjualan Xiaomi SU7 anjlok 99,1% pada Februari 2026 menjadi hanya 218 unit karena perusahaan menghentikan distribusi sementara untuk menyiapkan produksi generasi terbaru.
  • Xiaomi mempercepat peluncuran SU7 generasi kedua menjadi akhir Maret 2026 dengan target produksi 16.000 unit dan strategi harga kompetitif guna menyaingi Tesla Model 3.
  • Perusahaan menargetkan penjualan 550.000 unit sepanjang 2026 serta memperluas lini produk lewat SUV YU7 dan kendaraan EREV tiga baris yang akan hadir akhir tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasar otomotif Tiongkok dikejutkan dengan angka penjualan Xiaomi SU7 yang merosot tajam sepanjang Februari 2026. Sedan listrik yang sempat fenomenal ini tercatat hanya terjual sebanyak 218 unit, sebuah angka yang berbanding terbalik dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Penurunan drastis hingga 99,1 persen ini rupanya bukan tanpa alasan yang terencana. Xiaomi sengaja menghentikan sementara laju distribusi demi mempersiapkan lini produksi generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.

Berikut adalah detail laporan mengenai transisi besar Xiaomi sebagaimana dihimpun dari carnewschina.com:

1. Perombakan lini produksi demi generasi terbaru

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Anjloknya penjualan dari 23.728 unit pada Februari tahun lalu menjadi hanya ratusan unit bulan ini disebabkan oleh proses perombakan pabrik (retooling). Sumber internal perusahaan mengonfirmasi bahwa jalur produksi kini sedang disiapkan untuk menyambut generasi terbaru Xiaomi SU7. CEO Xiaomi bahkan telah memberikan sinyal bahwa peluncuran akan dilakukan akhir bulan ini.

Produksi massal generasi kedua ini dilaporkan sudah dimulai sejak akhir Februari tak lama setelah model generasi pertama dihentikan. Berdasarkan laporan dari 21st Business Herald, Xiaomi menargetkan produksi sebanyak 16,000 unit untuk model baru ini sepanjang Maret. Saat ini, volume produksi harian dikabarkan telah mencapai angka 800 unit per hari demi memastikan pengiriman skala besar bisa langsung dilakukan segera setelah peluncuran resmi.

2. Strategi harga dan kejutan momen peluncuran

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Xiaomi awalnya merencanakan peluncuran generasi terbaru ini pada April 2026, tepat dua tahun setelah debut perdana mereka. Namun, jadwal tersebut dipercepat satu bulan lebih awal. Pada masa pra-penjualan Januari lalu, harga SU7 baru dipatok mulai dari 229.900 yuan atau sekitar Rp500 jutaan, lebih tinggi 6 persen dibandingkan harga peluncuran model pertama pada 2024 yang dibanderol 215.900 yuan.

Meski harga pra-penjualan terlihat lebih tinggi, pengamat pasar memperkirakan Xiaomi akan melakukan strategi pemotongan harga saat peluncuran resmi. Hal ini sering dilakukan pabrikan Tiongkok untuk menciptakan efek kejutan bagi konsumen. Sebagai perbandingan, rival terberatnya yaitu Tesla Model 3 saat ini dijual mulai dari 235.500 yuan di Tiongkok. Dengan selisih harga yang kompetitif, Xiaomi optimistis bisa kembali merebut perhatian pasar yang sempat mendingin selama masa transisi produksi.

3. Target ambisius dan lini produk masa depan

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Sepanjang tahun 2025, Xiaomi berhasil mengirimkan total 411.837 unit kendaraan ke tangan konsumen. Memasuki tahun 2026, perusahaan teknologi yang merambah dunia otomotif ini memasang target tahunan yang lebih menantang, yakni 550.000 unit. Strategi pertumbuhan ini tidak hanya bergantung pada sedan SU7 saja, tetapi juga didorong oleh penjualan SUV YU7 yang sudah ada di pasaran.

Selain menyegarkan lini sedan, Xiaomi juga berencana memperkuat portofolionya dengan menghadirkan kendaraan baru jenis EREV (Extended Range Electric Vehicle). Kendaraan tersebut diprediksi berupa SUV bongsor dengan tiga baris kursi yang akan meluncur akhir tahun ini. Ekspansi yang masif ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya sekadar bermain di industri mobil, tetapi serius ingin menjadi pemain kunci dalam ekosistem kendaraan energi baru dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team