Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi motor
ilustrasi motor (unsplash.com/Claudio Schwarz)

Intinya sih...

  • Motor terasa terlalu keras atau terlalu empuk, menandakan suspensi kurang optimal

  • Motor memantul setelah melewati polisi tidur, tanda proses peredaman sudah melemah

  • Terasa tidak stabil ketika bermanuver, bisa membuat motor mudah goyah dan berbahaya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Suspensi motor memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan juga kestabilan ketika berkendara di berbagai kondisi jalan. Jika fungsinya mengalami penurunan, maka pengendara tidak hanya merasa kurang nyaman, namun juga sangat berisiko mengalami adanya gangguan keselamatan.

Banyak pemilik motor mungkin tidak menyadari bahwa penurunan performa pada suspensi bisa terjadi secara bertahap. Oleh karena itu, kenali tanda-tanda suspensi motor sudah tidak optimal agar bisa memastikan performa dan keamanan dari kendaraan.

1. Motor terasa terlalu keras atau terlalu empuk

ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Chu CHU)

Suspensi yang kurang optimal biasanya akan membuat motor terasa terlalu keras ketika melewati kondisi jalan yang bergelombang. Kondisi ini memang bisa menunjukkan bahwa peredaman tidak bekerja dengan baik, sehingga getaran langsung terasa ke tubuh pengendara.

Sebaliknya justru suspensi yang terlalu empuk bisa menjadi tanda adanya masalah pada komponen peredam. Motor akan terasa lebih limbung dan sulit dikendalikan karena suspensi tidak mampu menahan beban secara seimbang.

2. Motor sudah memantul setelah melewati polisi tidur

ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/DM David)

Suspensi yang sehat semestinya bisa meredam guncangan dan bisa segera kembali ke posisi semula. Jika motor terus memantul setelah melewati polisi tidur atau jalan berlubang, maka hal tersebut menandakan proses peredaman sudah mulai melemah.

Patuan berlebihan pada umumnya diakibatkan oleh oli suspensi yang sudah menurun kualitasnya. Akibat dari hal ini akan membuat kenyamanan berkendara jadi berkurang dan kontrol motor pun menjadi kurang stabil.

3. Terasa tidak stabil ketika bermanuver

ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/DM David)

Suspensi yang mengalami masalah ternyata bisa membuat motor mudah goyah ketika menikung atau bermanuver. Kondisi ini jelas berbahaya karena ban tidak bisa menapak sempurna di permukaan jalan.

Ketidakseimbangan tersebut sering muncul karena suspensi tidak bisa menjaga keseimbangan beban motor. Jika terus dibiarkan, maka risiko tergelincir atau kehilangan kendali pun akan semakin besar.

4. Muncul kebocoran oli pada suspensi

ilustrasi oli motor (unsplash.com/setengah limasore)

Kebocoran oli pada shockbreaker ternyata merupakan tanda fisik yang jelas bahwa suspensi sudah tidak bisa bekerja secara optimal. Oli yang keluar seolah menunjukkan adanya kerusakan pada seal atau komponen internal suspensi lainnya.

Jika kebocoran tidak segera ditangani dengan baik, maka kinerja suspensi akan semakin menurun. Selain mengurangi kenyamanan, kerusakan bisa merambat ke komponen lain dan meningkatkan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan.

Suspensi motor yang tidak optimal bisa mempengaruhi kenyamanan, sekaligus keselamatan dalam berkendara. Justru dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, maka kamu bisa melakukan perawatan dan penggantian komponen tepat waktu. Hal ini dapat membantu untuk memastikan performa motor tetap primer dan aman digunakan.

Sumber:

https://www.tvsmotor.com/media/blog/how-to-take-care-of-your-motorcycle-suspension

https://www.coverfox.com/two-wheeler-insurance/articles/bike-suspension-problems-and-warning-signs/

https://nagoyamotor.com/signs-of-damaged-motorcycle-suspension-and-the-dangers-of-ignoring-it/

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team