Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berkendara Yamaha NMax (PT YIMM)
ilustrasi berkendara Yamaha NMax (PT YIMM)

Intinya sih...

  • Tarikan awal motor matic 110cc ringan dan cepat, cocok untuk stop and go di perkotaan.

  • Akselerasi motor matic 150cc terasa lebih mantap, stabil untuk tanjakan curam atau membawa beban berat.

  • Konsumsi bahan bakar motor matic 110cc lebih efisien untuk jarak pendek, sementara motor matic 150cc membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Motor matic semakin merajai jalanan harian karena praktis dan gak ribet. Namun, ketika ingin memilih kapasitas mesin yang tepat, banyak yang masih ragu antara motor matic 110cc dan 150cc. Dua segmen ini sama-sama populer, tetapi menawarkan sensasi tarikan dan pengalaman berkendara yang benar-benar berbeda. Tidak sedikit orang merasa kebingungan ketika ingin menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan mobilitas dan karakter berkendara harian.

Perbedaan pada tarikan mesin bukan hanya soal angka kapasitas di atas kertas, tetapi juga mencakup akselerasi, kenyamanan, konsumsi bahan bakar, sampai kestabilan saat digeber. Supaya gak makin bingung dan bisa menentukan pilihan dengan bijak, mari bahas tuntas perbedaan tarikan motor matic 110cc vs 150cc secara lengkap. Yuk simak sampai habis dan mari pertimbangkan pilihan terbaik sesuai kebutuhan!

1. Tarikan awal yang terasa saat mulai gas

ilustrasi mengendarai motor matic (unsplash.com/Samuel Toh)

Tarikan awal merupakan sensasi pertama yang dirasakan ketika memutar gas dari posisi diam. Motor matic 110cc biasanya menawarkan respons awal yang terasa ringan dan cepat karena bobot mesin lebih kecil dan karakter tenaganya dirancang untuk kebutuhan dalam kota. Sensasi ini terasa nyaman untuk stop and go di kemacetan perkotaan, terutama bagi yang sering menghadapi lampu merah atau jalan padat.

Sementara itu, motor matic 150cc memiliki tenaga awal yang terasa lebih padat dan bertenaga. Akselerasinya memang tidak selalu langsung meledak di putaran awal, tetapi torsi lebih besar membuatnya terasa lebih mantap saat mulai bergerak. Tarikan awalnya lebih stabil dan kuat untuk menghadapi tanjakan curam atau membawa beban lebih berat. Buat yang mobilitasnya sering menghadapi situasi berat, pilihan 150cc bisa jadi lebih pas.

2. Akselerasi menengah saat kecepatan naik

Ilustrasi naik motor (Unsplash/Rowan Freeman)

Perbedaan paling terasa saat berada pada kecepatan menengah. Motor matic 110cc cenderung kehilangan tenaga ketika sudah masuk kecepatan menengah menuju tinggi. Sensasi tarikannya mulai menurun dan terasa lebih santai saat mencoba menyusul kendaraan di depan pada jalur cepat. Hal ini membuatnya lebih cocok untuk penggunaan dalam kota yang jarak pendek dan kecepatan terbatas.

Berbeda dengan itu, motor matic 150cc justru menunjukkan performa terbaiknya pada akselerasi menengah. Tarikan terasa lebih mengisi dan tenaga terus mengalir tanpa tersendat. Kondisi ini memberikan rasa percaya diri lebih saat butuh mendahului atau berkendara di jalan luar kota. Buat yang senang perjalanan jauh atau touring ringan, akselerasi menengah dari kelas 150cc terasa jauh lebih memikat.

3. Kebutuhan tenaga saat membawa beban

ilustrasi mengendarai motor dengan jas hujan (unsplash.com/Ben Weinstein)

Ketika digunakan untuk membawa barang atau berboncengan, motor matic 110cc biasanya akan terasa bekerja lebih berat. Mesin kecilnya harus memutar tenaga lebih besar dan terkadang terdengar suara mesin yang lebih memaksa. Tarikan jadi terasa tertahan dan tidak se-responsif saat dipakai sendirian. Kondisi ini cukup terasa ketika menghadapi tanjakan panjang atau jalur yang menanjak tajam.

Sementara itu, motor matic 150cc terlihat lebih siap menghadapi kondisi membawa beban tambahan. Torsi lebih besar membuat tarikan tetap terasa kuat dan stabil bahkan ketika membawa dua penumpang plus barang. Sensasi tarikannya tetap bertenaga dan minim hambatan. Jika mobilitas harian termasuk membawa banyak barang atau sering berboncengan, kelas 150cc jelas memberi kenyamanan tambahan.

4. Konsumsi bahan bakar dalam penggunaan harian

ilustrasi mengisi bensin motor (pexels.com/cottonbro studio)

Motor matic 110cc terkenal efisien dalam konsumsi bahan bakar. Tarikan yang lebih ringan dan tenaga mesin yang tidak terlalu besar membuatnya mampu mencatat penghematan yang sangat baik untuk penggunaan jarak pendek dan kondisi stop and go. Bagi yang mobilitasnya dominan di area perkotaan, efisiensi bahan bakar ini menjadi nilai tambah yang sulit ditolak.

Motor matic 150cc memiliki karakter tenaga yang lebih besar dan otomatis membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak. Walaupun masih efisien untuk ukuran performa yang ditawarkan, konsumsi bensinnya cenderung lebih tinggi dibanding 110cc. Namun, perbedaan ini terasa sebanding dengan tenaga yang diberikan. Jika fokus utama adalah irit dan jarak pendek, pilihan 110cc menarik. Tetapi kalau lebih mementingkan performa dan akselerasi kuat, kelas 150cc pantas dipertimbangkan.

5. Stabilitas kecepatan tinggi saat digeber

ilustrasi motor matic (freepik.com/kroshka__nastya)

Pada kecepatan tinggi, motor matic 110cc biasanya mulai terasa kurang stabil. Bobot yang lebih ringan dan tenaga terbatas membuatnya kurang percaya diri ketika melaju di atas kecepatan menengah. Pengendara bisa merasa tarikan mulai habis dan handling terasa ringan terutama ketika melewati angin samping atau jalan terbuka yang luas.

Sebaliknya, motor matic 150cc menunjukkan performa stabil dan mantap saat digas di kecepatan tinggi. Bobot yang lebih berat dan tenaga yang jauh lebih besar membuatnya tetap stabil dan tidak mudah goyah. Pengalaman berkendara terasa lebih aman, nyaman, dan yakin untuk perjalanan luar kota atau jalur panjang. Jika sering melaju cepat di jalan besar atau highway, kelas 150cc akan terasa jauh lebih meyakinkan.

Pada akhirnya, memilih antara motor matic 110cc dan 150cc kembali lagi pada kebutuhan mobilitas setiap hari. Bila penggunaan lebih banyak dalam kota dengan fokus hemat bahan bakar dan praktis, kelas 110cc terasa cukup untuk menemani aktivitas. Namun, jika memerlukan performa bertenaga, tarikan kuat, dan stabilitas tinggi, 150cc menjadi pilihan yang lebih menggoda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team