Bagi sebagian pengendara di Indonesia, fitur heater pada mobil mungkin terdengar kurang relevan karena iklim tropis yang cenderung hangat. Namun di daerah bersuhu rendah, perjalanan dini hari, berkendara di pegunungan, atau saat AC harus dimatikan untuk menghemat bahan bakar, heater justru menjadi fitur kenyamanan dan keselamatan. Kehadirannya membantu menjaga suhu kabin tetap nyaman sekaligus mencegah kaca berembun.
Meski terlihat sederhana, banyak orang belum memahami bagaimana heater bekerja. Banyak yang mengira heater menggunakan energi listrik seperti pemanas ruangan rumah, padahal sebagian besar sistem pemanas mobil justru memanfaatkan panas alami dari mesin. Mengetahui sumber panas ini akan membantu pemilik mobil memahami cara kerja kendaraan dan menghindari kesalahan perawatan.
