Sebagai komponen yang penting, shock absorber memiliki banyak fungsi. Berikut beberapa fungsi utama shock absorber yang perlu kamu ketahui:
Seperti yang sudah dijelaskan pada awal, meredam guncangan dan getaran merupakan fungsi utama shock absorber. Berkat hal itu, komponen ini bisa meredam guncangan dan getaran yang secara tak langsung membuat kendaraan lebih stabil saat melaju.
Misal saja ada lubang atau batu di jalan, kendaraan tetap berjalan dengan baik dan tak akan oleng. Saat ngebut dengan kecepatan tinggi sekalipun, shock absorber mampu menjaga kestabilan agar kendaraan tetap seimbang.
Shock absorber juga mampu menjamin kendaraan tetap dalam jalur. Kecelakaan bisa diminimalisir dan mesin juga tetap aman. Alhasil, dua hal tersebut membuat usia kendaraan makin meningkat.
Shock absorber merupakan komponen di sistem suspensi. Suspensi yang baik dan optimal mampu membuat ban selalu menapak dengan sempurna dengan tanah atau jalanan. Hal tersebut menjamin grip atau “pegangan” ban dengan jalan tetap terjaga. Jadi, saat berkendara ban akan terus menapak tanah dan pergerakan kendaraan di berbagai jalan tetap optimal.
Walau tidak secara langsung, tapi shock absorber membuat penggunaan rem lebih efektif. Sebab, suspensi optimal yang dihasilkan oleh shock absorber mampu meningkatkan kinerja rem. Rem jadi stabil, kuncian roda makin kuat, mengurangi selip, pengereman responsif, dan rem blong bisa dicegah.
Setelah tahu apa itu shock absorber, kamu jadi makin paham dengan kendaraanmu. Semoga ulasan ini membantu!
Apa itu shock absorber? | Shock absorber adalah komponen suspensi kendaraan yang berfungsi meredam guncangan. Komponen ini membantu menjaga kestabilan mobil atau motor saat melewati jalan tidak rata. |
Apa fungsi utama shock absorber? | Fungsinya menyerap dan mengontrol pantulan pegas suspensi. Tanpa shock absorber, kendaraan akan terus memantul setelah melewati lubang atau polisi tidur. |
Apa tanda shock absorber rusak? | Kendaraan terasa limbung dan tidak stabil saat menikung atau mengerem. Ban juga bisa aus tidak merata karena suspensi tidak bekerja optimal. |