Penawaran uang muka nol persen atau DP 0 persen sering kali menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin segera memiliki kendaraan pribadi tanpa harus menyiapkan tabungan besar di awal. Skema ini dipasarkan sebagai solusi inklusif yang mempermudah mobilitas bagi para pekerja dengan anggaran terbatas, sehingga impian memiliki mobil atau motor baru terasa sangat dekat.
Namun, di balik angka nol yang menggiurkan tersebut, terdapat mekanisme perhitungan bunga dan biaya administratif yang jauh lebih kompleks dibandingkan kredit konvensional. Memahami anatomi biaya yang tersembunyi menjadi sangat krusial agar keputusan mengambil kendaraan tidak berujung pada beban utang yang mencekik arus kas rumah tangga di kemudian hari.
