Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Bagian Motor yang Rentan Aus dan Rusak, Cek Berkala!
ilustrasi motor (unsplash.com/Harley-Davidson)

Berbagai kondisi jalan, seperti jalanan yang berlubang, bergelombang, atau tidak rata bisa memberikan tekanan besar pada berbagai komponen motor, sehingga membuatnya lebih cepat aus. Kondisi ini bukan hanya menurunkan kenyamanan dalam berkendara, namun juga memengaruhi keamanan jika dibiarkan terlalu lama tanpa perawatan.

Dengan mengetahui komponen yang berisiko lebih tinggi, maka kamu bisa melakukan perawatan lebih awal agar masalahnya tidak semakin berkembang menjadi kerusakan besar. Berikut ini merupakan beberapa komponen motor yang paling rentan aus, apalagi jika sering dikendarai di kondisi jalanan yang rusak.

1. Suspensi depan dan belakang

ilustrasi ban motor (pexels.com/Diogo Cacito)

Suspensi merupakan komponen yang paling pertama menerima guncangan ketika motor melewati jalan berlubang atau berbatu, sehingga beban kerjanya bisa meningkat secara drastis. Jika sering dipaksa bekerja keras, maka oli suspensi bisa cepat encer dan mudah bocor yang pada akhirnya membuat peredam menjadi lebih lemah dan motor pun terasa lebih terhentak.

Kerusakan suspensi yang dibiarkan bisa menyebabkan roda tidak stabil dan mengurangi kontrol pengendara pada kecepatan yang tinggi. Kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius, seperti ban aus yang tidak merata atau setang yang bergetar pada saat dikendarai di jalan lurus.

2. Velg dan jari-jari

ilustrasi ban motor (pexels.com/Rahul Soni)

Velg rentan penyok pada saat menghantar lubang dengan kecepatan tinggi karena materialnya menahan benturan secara langsung. Jika kerusakannya cukup parah, maka roda bisa menjadi tidak seimbang dan mengakibatkan getaran yang mengganggu ketika berkendara di kecepatan tertentu.

Pada motor dengan jari-jari, bagian ini pada umumnya longgar atau patah akibat adanya hentakan yang terlalu kuat, khususnya pada jalan berbatu dan bergelombang. Jari-jari yang rusak bisa membuat roda tidak lurus lagi, sehingga membahayakan kestabilan dan meningkatkan risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.

3. Bearing roda

ilustrasi ban motor (pexels.com/Rachel Claire)

Bearing atau leher roda bekerja keras untuk menjaga putaran roda agar tetap stabil, meski motor kerap menghadapi permukaan jalan yang buruk. Pada saat sering terkena benturan keras, maka bearingnya bisa cepat aus dan menghasilkan bunyi kasar yang mungkin terdengar ketika motor melaju.

Bukan hanya bunyi yang mengganggu, namun bearing yang aus bisa menyebabkan roda terasa berat dan tidak seimbang, sehingga membuat pengonsumsian bahan bakarnya pun menjadi meningkat. Jika kerusakannya sudah parah, maka roda bisa macet dan menimbulkan risiko kecelakaan yang jauh lebih besar.

4. Swing arm

ilustrasi motor (pexels.com/Nishant Aneja)

Swing arm menahan beban dari bagian roda belakang, terutama pada saat motor melintasi kondisi jalan yang berlubang atau tidak rata. Benturan terus-menerus bisa membuat bagian bushing atau bearing pada swing arm jadi cepat longgar, sehingga membuat motor pun bergoyang ketika dikendarai di kecepatan tinggi.

Jika kondisi ini tidak sekali tangani, maka swing arm dapat menjadi tidak sejajar dan memengaruhi kestabilan motor secara keseluruhan. Akibatnya, pengendara kesulitan untuk mengendalikan motor di tikungan atau pada saat harus melakukan pengereman secara mendadak.

Mengendarai motor di kondisi jalan yang rusak memang tidak selalu bisa dihindari, namun tetap harus ekstra berhati-hati. Justru dengan mengetahui bagian mana yang paling rentan aus, maka dapat membantumu untuk melakukan perawatan dengan tepat. Merawat motor sejatinya akan membuat perjalanan tetap aman, nyaman, dan lebih efisien setiap harinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy