Paparan suara angin yang kencang dan terus-menerus saat berkendara sering kali dianggap sebagai kebisingan latar belakang yang lumrah. Namun, di balik frekuensi yang monoton tersebut, terdapat bahaya tersembunyi yang secara perlahan mengikis kemampuan otak untuk memproses informasi secara akurat.
Kecepatan tinggi menciptakan turbulensi udara yang menghasilkan tingkat desibel yang cukup untuk membebani sistem saraf pusat. Tanpa disadari, otak dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring kebisingan ini, yang memicu rangkaian efek psikologis dan fisiologis yang membahayakan keselamatan di jalan raya.
