Menghadapi jalanan yang tergenang air setelah hujan deras merupakan tantangan yang sering ditemui oleh para pengendara sepeda motor di berbagai kota besar. Memaksakan diri menerjang genangan tanpa perhitungan yang matang bukan hanya berisiko menyebabkan mesin mati mendadak, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan mekanis permanen yang sangat mahal untuk diperbaiki.
Memahami batasan teknis kendaraan menjadi kunci utama agar mobilitas tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kondisi mesin. Pengetahuan mengenai titik kritis masuknya air ke dalam sistem pembakaran sangat krusial guna menghindari fenomena water hammer yang dapat menghancurkan komponen internal mesin dalam sekejap saat melintasi area yang terdampak banjir.
