Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Begini Cara Mencegah Motor Turun Mesin
Ilustrasi mesin motor (bmwgroup-werke.com)

Jakarta, IDN Times - Istilah turun mesin memang kerap diucapkan di bengkel, yang artinya kendaraan bermotor mengalami masalah yang sudah parah sehingga mesin motor harus dibongkar seluruhnya untuk melakukan perbaikan.

Turun mesin memang sebaiknya dihindari, karena selain memakan waktu lama, juga biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemilik sepeda motor untuk mengurangi risiko terjadinya turun mesin.

1. Gunakan oli yang tepat

Ilustrasi oli motor (wahanahonda.com)

Pertama, pemilik motor harus melakukan perawatan rutin sesuai jadwal yang disarankan oleh pabrikan. Lalu, gunakan oli mesin yang berkualitas dan lakukan penggantian secara rutin.

Pemilik motor juga dapat menghindari kebiasaan buruk seperti telat ganti oli, memanaskan mesin terlalu lama, dan memacu mesin yang kondisinya masih dingin.

2. Bahan bakar sesuai

Ilustrasi Seorang petugas SPBU (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Cara selanjutnya, pemilik motor harus mengetahui bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin. Dengan begitu, performa mesin jadi lebih maksimal dan meminimalisir pembakaran mesin yang tidak sempurna.

Hindari juga membawa beban berlebih di sepeda motor, karena dapat membebani kinerja mesin sehingga membuatnya lebih cepat rusak.

3. Perbaiki kerusakan

Ilustrasi mesin motor (bmwgroup-werke.com)

Terakhir, jangan mengabaikan kerusakan-kerusakan kecil di sepeda motor. Jika dibiarkan, kerusakan kecil tersebut berpotensi menjadi semakin parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.

Jadi, kunci untuk meminimalisir risiko motor mengalami turun mesin ialah dengan melakukan perawatan rutin.

Editorial Team