Pemilihan tingkat kekentalan oli atau viskositas sering kali menjadi perdebatan hangat di kalangan pemilik kendaraan yang menginginkan efisiensi maksimal. Anggapan bahwa beralih ke oli yang lebih encer, seperti dari SAE 10W-40 ke 0W-20, dapat menghemat konsumsi bahan bakar hingga angka 5% telah menjadi daya tarik tersendiri di tengah naiknya harga bensin.
Secara teknis, oli yang lebih encer memang memiliki hambatan internal yang lebih rendah, sehingga komponen mesin dapat bergerak dengan lebih ringan. Namun, apakah klaim penghematan yang spesifik tersebut benar-benar dapat dirasakan dalam penggunaan harian, ataukah justru terdapat risiko tersembunyi yang mengintai ketahanan komponen mekanis di dalam ruang mesin?
