ilustrasi naik motor (pexels.com/Khoa Võ)
Bagi pengendara, kesadaran akan selisih ini penting agar tidak terlalu terpaku pada angka di speedometer. Misalnya, saat mengemudi di jalan tol yang memiliki batas kecepatan, kamu bisa menjaga jarak aman dan memperkirakan kecepatan dengan feeling tambahan, atau menggunakan GPS untuk melihat kecepatan aktual.
Jika ingin benar-benar akurat, GPS atau aplikasi ponsel yang membaca data kecepatan dari satelit bisa menjadi alat pembanding. Tapi ingat, keakuratan GPS pun bisa terganggu oleh sinyal atau lokasi.
So, ya, pabrikan memang menyetel speedometer sedikit lebih cepat dari kecepatan asli kendaraan. Tapi langkah ini bukan untuk merugikan konsumen—melainkan demi keselamatan. Jadi, daripada khawatir soal angka pastinya, lebih baik fokus pada cara berkendara yang aman, waspada, dan tidak terburu-buru.