Keinginan untuk segera sampai di kampung halaman sering kali membuat pengemudi memaksakan diri berkendara selama berjam-jam tanpa henti. Padahal, kelelahan yang terakumulasi secara perlahan dapat menurunkan ketajaman refleks dan kemampuan otak dalam merespons situasi darurat di jalan raya secara drastis.
Menentukan jeda waktu istirahat yang ideal bukan sekadar tentang menghilangkan rasa kantuk, melainkan strategi pemulihan fisik dan mental yang sistematis. Kedisiplinan dalam mengatur waktu berhenti akan menjadi faktor penentu apakah perjalanan panjang tersebut berlangsung aman atau justru berakhir dengan risiko kecelakaan yang fatal.
