Jalanan sering kali menjadi panggung ekspresi bagi para pemilik kendaraan. Mulai dari perubahan warna bodi, penggantian knalpot, hingga perombakan total penampilan motor dilakukan demi menunjukkan identitas diri. Namun, di tengah riuhnya tren tersebut, selalu ada kelompok pengendara yang memilih untuk membiarkan motor mereka tetap dalam kondisi standar pabrikan.
Pilihan untuk tidak menyentuh atau mengubah komponen motor ini rupanya bukan sekadar masalah efisiensi biaya. Berdasarkan kacamata psikologi populer, kondisi kendaraan yang dibiarkan polos tanpa modifikasi mencerminkan kepribadian, nilai hidup, dan cara pandang yang mendalam dari sang pemilik.
