Banyak pengendara sepeda motor menganggap bahwa helm yang pernah terjatuh dari ketinggian tertentu atau mengalami benturan ringan masih layak digunakan selama tidak ada keretakan kasat mata pada cangkangnya. Padahal, perlengkapan keselamatan ini dirancang sebagai perangkat sekali pakai dalam hal penyerapan benturan ekstrem demi melindungi organ paling vital manusia, yaitu otak.
Setiap benturan yang dialami helm, sekecil apa pun kelihatannya, secara permanen mengubah struktur internal yang bertugas meredam gaya hantam. Ketidaktahuan mengenai sifat material pelindung ini sering kali membuat orang tetap mempertahankan helm yang secara teknis sudah tidak lagi mampu memberikan proteksi maksimal saat terjadi kecelakaan sesungguhnya di masa depan.
