Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ciri-ciri Aki Motor Refurbish, Bisa Merusak Sistem Kelistrikan
ilustrasi aki motor (pexels.com/lucas)
  • Artikel mengingatkan pemilik kendaraan agar waspada terhadap aki refurbish yang sering dijual menyerupai baru, padahal berisiko tinggi rusak dan merugikan secara finansial.
  • Ciri fisik aki refurbish meliputi bekas congkelan pada terminal, sambungan penutup tidak rapi, warna bodi kusam, serta stiker label dan kode produksi yang tampak mencurigakan.
  • Harga terlalu murah dan hasil uji tegangan di bawah standar menjadi tanda kuat aki rekondisi; pembelian disarankan hanya melalui distributor resmi untuk menjaga sistem kelistrikan kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebutuhan akan daya listrik kendaraan yang stabil sering kali membuat pemilik motor atau mobil terburu-buru saat harus mengganti aki yang soak. Situasi mendesak ini sering dimanfaatkan oleh oknum penjual nakal untuk menawarkan aki refurbish atau aki bekas yang dipoles ulang sedemikian rupa hingga terlihat seperti baru. Aki jenis ini sebenarnya adalah limbah yang telah diperbaiki sel-sel di dalamnya secara manual, namun memiliki risiko kegagalan fungsi yang sangat tinggi dan usia pakai yang sangat singkat.

Membeli aki rekondisi bukan hanya merugikan secara finansial karena daya tahannya yang tidak menentu, tetapi juga berisiko merusak sistem pengisian kendaraan akibat tegangan yang tidak stabil. Pemilik kendaraan perlu memiliki ketelitian ekstra dalam memeriksa detail fisik maupun teknis sebelum melakukan transaksi pembayaran. Artikel ini akan membedah tanda-tanda fisik dan kejanggalan yang biasanya melekat pada aki refurbish agar terhindar dari kerugian akibat barang berkualitas rendah yang dikemas ulang.

1. Bekas congkelan dan goresan halus pada terminal kutub

Aki motor Honda EM1 e: (wahanahonda.com)

Tanda paling nyata dari aki yang telah mengalami proses rekondisi dapat ditemukan pada area kutub positif dan negatif. Aki baru dari pabrikan selalu memiliki terminal yang halus, bersih, dan berbentuk sempurna tanpa ada bekas tekanan baut atau goresan benda tajam. Pada aki refurbish, terminal sering kali terlihat sedikit penyok, memiliki goresan melingkar bekas pemasangan kabel, atau bahkan terlihat terlalu mengilap karena telah diamplas untuk menghilangkan bekas jamur atau oksidasi.

Selain pada kutub, perhatikan pula sambungan antara penutup atas dengan wadah utama aki. Aki original diproduksi dengan mesin penutup panas yang menyatukan plastik secara permanen dan sangat rapi. Jika ditemukan bekas lem yang berlepotan, guratan benda tajam seperti bekas obeng pada sela-sela penutup, atau permukaan plastik yang tidak rata, maka besar kemungkinan aki tersebut pernah dibongkar untuk dibersihkan sel-sel timbalnya secara manual. Kejernihan warna bodi plastik juga perlu diperhatikan; aki baru biasanya memiliki warna yang solid dan bersih, bukan kusam atau kekuningan akibat paparan suhu mesin dalam waktu lama.

2. Kondisi stiker label dan kode produksi yang mencurigakan

ilustrasi aki motor (dok. Astra Otoshop)

Pabrikan aki ternama selalu menempelkan label dengan mesin yang presisi sehingga posisi stiker sangat simetris dan melekat kuat tanpa gelembung udara. Penjual aki rekondisi sering kali mengganti stiker lama dengan stiker baru yang dicetak sendiri atau mengambil stiker dari aki lain. Ciri utamanya adalah kualitas cetakan tulisan yang agak buram, warna stiker yang mudah luntur saat terkena bensin atau air, serta tepi stiker yang mudah terkelupas jika dicungkil dengan kuku.

Hal yang lebih krusial adalah memeriksa kode produksi yang biasanya digrafir atau dicetak timbul pada bodi aki. Kode ini menunjukkan tanggal, bulan, dan tahun pembuatan aki tersebut. Pada aki refurbish, sering kali ditemukan ketidaksinkronan antara kode produksi dengan klaim barang baru dari penjual, atau bahkan kode tersebut sengaja dikikis agar pembeli tidak mengetahui usia asli dari wadah aki tersebut. Jika kode produksi terlihat sudah tidak terbaca atau permukaannya terasa kasar bekas amplasan, sebaiknya urungkan niat untuk membeli unit tersebut karena orisinalitasnya sangat diragukan.

3. Harga yang tidak masuk akal dan performa tegangan saat diuji

ilustrasi aki motor (pixabay.com/Ralphs_Fotos)

Iming-iming harga murah sering kali menjadi senjata utama untuk menjaring pembeli yang ingin berhemat. Jika sebuah aki ditawarkan dengan harga separuh dari harga pasaran di bengkel resmi, maka kecurigaan harus segera muncul karena margin keuntungan aki asli tidaklah sebesar itu. Aki refurbish tidak memiliki garansi resmi dari pabrikan, melainkan hanya garansi toko yang sangat singkat atau bahkan tanpa garansi sama sekali setelah barang dibawa keluar dari toko.

Untuk memastikan kualitasnya, mintalah penjual melakukan pengujian menggunakan alat battery tester atau multitester sebelum dipasang. Aki baru yang sehat biasanya menunjukkan tegangan di atas 12,6 Volt dalam kondisi diam. Jika saat dilakukan beban starter tegangan langsung merosot di bawah 9 Volt, itu menandakan sel di dalamnya sudah lemah dan hanya "dipaksa" hidup sementara melalui pengisian daya tinggi (fast charging). Membeli aki dari distributor resmi atau toko yang memiliki reputasi baik tetap menjadi pilihan paling aman untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan tetap terjaga dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team