Aksi kriminalitas jalanan, khususnya pembegalan sepeda motor, masih menjadi momok menakutkan yang mengintai para pengguna jalan raya pada jam-jam tertentu. Kejahatan ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil berupa hilangnya kendaraan harian, tetapi juga kerap mengancam keselamatan jiwa para korbannya akibat tindakan kekerasan dari para pelaku.
Meskipun waktu dan lokasi pergerakan komplotan kriminal ini sering kali sulit diprediksi secara instan, para pelaku kejahatan jalanan sebenarnya memiliki pola tersendiri dalam menentukan wilayah operasi mereka. Dengan memahami karakteristik lingkungan sekitar, masyarakat dapat lebih waspada dan mampu memetakan ciri-ciri jalanan yang memiliki risiko tinggi menjadi tempat terjadinya aksi pembegalan.
