Di dunia balap MotoGP, setiap komponen dirancang untuk mencapai batas performa tertinggi, termasuk sistem pengereman. Piringan rem pada motor MotoGP bukan terbuat dari baja konvensional, melainkan dari material karbon yang revolusioner. Karakteristik unik ini mengharuskan rem beroperasi pada suhu yang sangat ekstrem agar daya cengkeramnya optimal dan motor dapat melambat secara instan dari kecepatan lebih dari 350 km/jam.
Fenomena cakram rem yang menyala merah membara layaknya lava gunung berapi saat pengereman keras di ujung lintasan lurus bukanlah sekadar efek visual yang dramatis. Ini adalah indikator bahwa rem sedang bekerja pada rentang suhu idealnya, yaitu antara 800°C hingga 1.000°C. Tanpa panas yang membakar ini, rem justru tidak memiliki daya cengkeram yang memadai untuk menghentikan laju motor balap secepat kilat.
Berikut beberapa fakta mencengangkan di balik pikiran cakram rem MotoGP seperti dikutip dari beberapa sumber.
