Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi showroom motor (Pexels/Gustavo Fring)
Ilustrasi showroom motor (Pexels/Gustavo Fring)

Intinya sih...

  • Flat rate adalah metode perhitungan bunga sederhana yang digunakan pada kredit motor, dengan cicilan tetap setiap bulan.

  • Effective rate digunakan pada kredit seperti KPR, dengan bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar.

  • Meskipun leasing motor umumnya menggunakan flat rate, secara matematis effective rate lebih menguntungkan karena total bunga yang dibayar lebih kecil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak anak muda yang ingin membeli motor dengan skema kredit sering hanya fokus pada cicilan bulanan, tanpa benar-benar memahami bagaimana bunga dihitung. Padahal, cara perhitungan bunga bisa sangat memengaruhi total biaya yang harus kamu bayar, bahkan bisa menentukan apakah kredit tersebut benar-benar menguntungkan atau justru memberatkan.

Dua skema bunga yang paling umum dipakai adalah flat rate dan effective rate. Keduanya sama-sama digunakan oleh lembaga pembiayaan, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda. Untuk Gen Z yang ingin makin melek finansial, memahami perbedaan keduanya adalah langkah penting agar tidak terjebak cicilan yang ternyata jauh lebih mahal dari perkiraan.

1. Apa yang dimaksud flat rate?

ilustrasi kredit mobil (freepik.com/xb100)

Flat rate adalah metode perhitungan bunga yang paling sederhana dan paling sering digunakan pada kredit motor. Dalam skema ini, bunga dihitung berdasarkan jumlah pokok pinjaman awal, bukan sisa cicilan. Artinya, besar bunga yang kamu bayar setiap bulan akan tetap sama sampai tenor kredit selesai.

Keunggulan flat rate adalah mudah dihitung, cicilan stabil, dan terlihat lebih ringan. Namun, jangan terkecoh—karena bunga flat rate biasanya terlihat kecil di depan, tetapi jika dikonversi ke effective rate, angkanya bisa jauh lebih besar. Ini yang sering membuat banyak orang tidak menyadari bahwa total pembayaran mereka sebenarnya tinggi.

2. Bagaimana cara kerja effective rate?

ilustrasi kreditur dan debitur (pexels.com/RODNAE Productions)

Effective rate digunakan pada kredit seperti KPR atau pinjaman bank yang lebih transparan. Dalam sistem ini, bunga dihitung dari sisa pokok yang belum dibayar. Artinya, semakin lama kamu mencicil, beban bunganya ikut mengecil. Pola pembayaran menjadi menurun, tidak flat seperti skema sebelumnya.

Kelebihannya, effective rate mencerminkan kondisi yang lebih adil karena kamu hanya membayar bunga dari sisa utang yang tersisa. Kekurangannya, cicilan awal bisa terasa lebih besar sehingga beberapa orang merasa terbebani. Meski begitu, total pembayaran biasanya lebih rendah dibandingkan flat rate, terutama untuk tenor panjang.

3. Mana yang lebih untung untuk kredit motor?

ilustrasi kreditur dan debitur (pexels.com/RODNAE Productions)

Untuk pembiayaan motor, di Indonesia hampir semua leasing menggunakan flat rate. Ini karena skema tersebut membuat cicilan terlihat ringan dan mudah dipasarkan. Tetapi secara matematis, effective rate jauh lebih menguntungkan karena total bunga yang dibayar lebih kecil.

Jika kamu menemukan lembaga pembiayaan yang transparan dan menawarkan effective rate, ini biasanya pilihan yang lebih baik. Namun jika opsinya hanya flat rate, kamu tetap bisa menghindari kerugian dengan memastikan DP cukup besar dan tenornya tidak terlalu panjang. Semakin lama tenor, semakin besar bunga flat yang harus kamu tanggung.

Kesimpulannya, memahami beda flat rate dan effective rate adalah kunci agar kamu tidak terjebak kredit motor yang mahal. Jangan hanya melihat cicilan bulanan—lihat total biaya, skema bunga, dan transparansi lembaga pembiayaan. Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan finansial yang lebih matang dan tidak mudah dirugikan oleh angka-angka yang terlihat kecil di brosur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team