Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Yamaha X-Ride dengan warna baru (PT YIMM)
Yamaha X-Ride dengan warna baru (PT YIMM)

Menentukan pilihan antara mengambil kredit motor baru atau membeli motor bekas secara tunai menjadi persoalan klasik bagi pekerja dengan gaji Rp2 juta. Di tengah tuntutan mobilitas yang tinggi, setiap rupiah harus dialokasikan dengan sangat cermat agar kepemilikan kendaraan tidak justru menjadi beban yang menghancurkan stabilitas ekonomi bulanan.

Keputusan ini melibatkan pertimbangan antara kenyamanan teknologi terbaru dengan keleluasaan finansial tanpa utang. Pemilik penghasilan terbatas perlu menelaah lebih dalam mengenai biaya jangka panjang, risiko penyusutan nilai, hingga kesiapan dana darurat sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satu metode kepemilikan kendaraan tersebut.

1. Analisis beban cicilan terhadap arus kas bulanan

ilustrasi menghitung dengan kalkulator (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Mengambil kredit motor baru dengan gaji Rp2 juta menuntut disiplin anggaran yang sangat ketat karena adanya kewajiban tetap setiap bulan. Rasio utang yang sehat idealnya tidak melebihi 30 persen dari penghasilan, yang berarti jatah maksimal untuk angsuran adalah Rp600.000. Dengan plafon tersebut, pilihan unit biasanya terbatas pada motor matik kelas bawah dengan tenor yang cukup panjang, yang secara otomatis meningkatkan total bunga yang harus dibayarkan kepada lembaga pembiayaan.

Keuntungan utama dari jalur ini adalah jaminan kondisi mesin yang prima dan perlindungan garansi resmi, sehingga biaya perbaikan tidak terduga dapat diminimalisir pada tahun-tahun awal. Namun, risiko gagal bayar selalu mengintai jika terjadi kebutuhan mendesak yang bersifat darurat. Jika cicilan terhenti, kendaraan terancam ditarik oleh pihak pemberi kredit, yang berarti uang muka dan angsuran yang telah masuk akan hilang begitu saja tanpa menyisakan aset apa pun.

2. Keuntungan membeli motor bekas secara tunai bagi tabungan

ilustrasi aplikasi kalkulator (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Membeli motor bekas secara tunai sering kali menjadi pilihan paling logis bagi pemilik gaji Rp2 juta yang ingin terbebas dari jeratan utang. Dengan harga yang jauh lebih terjangkau, seseorang bisa mendapatkan kendaraan fungsional tanpa harus menyisihkan penghasilan untuk membayar bunga kredit yang tinggi setiap bulan. Keleluasaan arus kas ini memungkinkan sisa gaji dialokasikan untuk menabung, investasi, atau memenuhi kebutuhan pokok yang lebih mendesak tanpa rasa cemas akan penagihan utang.

Meskipun terlihat lebih hemat di awal, pembelian unit bekas memerlukan ketelitian tinggi dalam mengecek kondisi fisik dan legalitas surat-surat. Pembeli harus menyiapkan dana tambahan untuk melakukan servis besar atau penggantian komponen aus agar performa motor tetap andal untuk kerja harian. Strategi terbaik adalah mencari unit bekas berusia 2 hingga 3 tahun yang biasanya memiliki depresiasi harga paling menguntungkan namun masih memiliki kondisi mesin yang cukup baik dan suku cadang yang mudah ditemukan.

3. Perbandingan biaya perawatan dan nilai depresiasi jangka panjang

ilustrasi kalkulator (pexels.com/Pixabay)

Setiap kendaraan, baik baru maupun bekas, akan mengalami penurunan nilai ekonomi seiring berjalannya waktu. Motor baru mengalami depresiasi harga yang sangat tajam begitu keluar dari diler, sering kali mencapai 15 hingga 20 persen di tahun pertama. Bagi pemilik gaji Rp2 juta, kehilangan nilai aset sebesar itu ditambah dengan beban bunga kredit merupakan kerugian finansial yang cukup terasa jika kendaraan berniat dijual kembali dalam waktu singkat.

Di sisi lain, motor bekas memiliki nilai jual yang cenderung lebih stabil karena penurunan harga terbesarnya sudah dilewati oleh pemilik pertama. Dari sisi perawatan, motor baru mungkin lebih hemat di awal, namun biaya pajak tahunan biasanya lebih tinggi dibandingkan motor lama. Pemilihan akhirnya bergantung pada prioritas: apakah lebih menghargai kepastian kondisi mesin dengan risiko utang, atau lebih memilih ketenangan finansial dengan konsekuensi harus lebih sabar dalam merawat kendaraan lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team