Banyak pengendara sepeda motor merasa aman dan enggan mengganti pelindung kepala mereka selama kondisi fisiknya masih terlihat mulus. Tolok ukur keselamatan sebuah helm sering kali hanya dinilai dari tampilan batok luar yang bebas dari baret atau fakta bahwa helm tersebut belum pernah mengalami benturan besar akibat kecelakaan. Alasan ekonomis dan rasa sayang terhadap barang kesayangan membuat pelindung kepala ini terus digunakan hingga bertahun-tahun lamanya.
Namun, dunia sains material dan keselamatan transportasi memiliki pandangan yang sangat bertolak belakang mengenai ketahanan peranti ini. Anggapan bahwa helm dapat digunakan selamanya selama tidak pernah terjatuh ternyata hanyalah sebuah mitos yang membahayakan nyawa. Sebuah studi laboratorium yang mendalam berhasil mengungkap bahwa bagian paling krusial di dalam helm memiliki batas usia biologis yang akan habis dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
