Aksi pengereman di lintasan MotoGP merupakan salah satu momen paling krusial sekaligus menyiksa secara fisik bagi seorang pebalap. Saat melesat di lintasan lurus dengan kecepatan 350 km/jam dan harus melambat hingga 100 km/jam untuk memasuki tikungan, terjadi transformasi energi yang luar biasa besar dalam hitungan detik.
Fenomena ini bukan sekadar masalah teknis pada piringan cakram karbon, melainkan sebuah ujian ketahanan fisik yang berada di ambang batas kemampuan manusia. Tubuh pebalap harus menjadi jangkar yang menahan gaya inersia raksasa agar tetap menyatu dengan motor, sementara organ dalam dan otot-otot bekerja keras melawan gaya gravitasi yang mencoba melempar mereka ke depan.
