Teknologi perekaman visual bersudut pandang luas atau kamera 360 derajat kini telah menjadi tren yang sangat digandrungi oleh para pengendara sepeda motor, khususnya para pembuat konten otomotif. Kemampuannya dalam menangkap seluruh lanskap jalanan dan momen berkendara dari berbagai sudut sekaligus memberikan pengalaman sinematik yang luar biasa.
Namun, jika mengamati seluruh produk pelindung kepala yang beredar di pasaran saat ini, fitur kamera 360 derajat yang tertanam secara internal (built-in) dari pabrik hampir tidak pernah ditemukan. Mengapa produsen pelindung kepala terkesan enggan menyatukan teknologi digital yang sangat populer ini ke dalam struktur helm?
