ilustrasi servis motor (unsplash.com/Mufid Majnun)
Servis motor tak boleh dilakukan dengan sembarangan. Di luar itu, ada pula beberapa komponen yang harus dicek, seperti oli, kelistrikan, ban, dan mesin. Berikut rincian lengkapnya.
Perjalanan mudik yang jauh bisa membuat kondisi oli memburuk hingga menjadi hitam. Karena itu, setelah mudik kamu bisa mengecek dan mengganti oli.
Saat mudik kamu mungkin sering mengerem, entah di turunan atau ketika hendak berhenti. Hal tersebut bisa bikin kampas rem aus dan karenanya komponen pengereman harus dicek.
Pengecekan mencakup tekanan hingga kondisi luar ban. Kemudian, velg juga harus dicek apakah ada yang rusak, bengkok, atau terkena benturan. Jika kerusakannya parah, kamu bisa mengganti ban atau velg.
Rantai motor bisa kendur dan kering setelah dibawa melewati jarak jauh hingga ratusan kilometer. Nah, pengecangan dan pelumasan rantai bisa kamu lakukan setelah motor dipakai mudik.
CVT di motor matic bisa kotor akibat debu saat perjalanan, jadi kamu harus membersihkannya. Buat motor manual, sling kopling juga bisa kendur sehingga memerlukan penyetelan ulang.
Debu, pasir, dan kotoran bisa masuk dan menghambat kinerja filter udara. Agar lebih optimal, kamu harus membersihkannya secara menyeleruh setelah mudik.
Sistem kelistrikan berpengaruh kepada starter, lampu, hingga indikator di dashboard. Saat mudik kabel kelistrikan bisa konslet, sambungannya terputus, atau rusak akibat benda asing. Karena itu, kamu harus melakukan servis agar kerusakannya tidak melebar.
Mesin motor akan dipacu ke performa tertingginya saat mudik. Hal tersebut bisa menimbulkan overheat dan mesin akan mengeluarkan suara keras saat digunakan. Jika keduanya sudah terjadi, maka kamu harus segera melakukan servis.