Helm sering kali dianggap sebagai perlengkapan yang memiliki masa pakai abadi selama tempurung luarnya tidak mengalami benturan atau pecah. Namun, anggapan ini merupakan kekeliruan fatal yang dapat membahayakan nyawa karena tingkat perlindungan sebuah helm tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik yang terlihat oleh mata.
Seiring berjalannya waktu, material internal helm mengalami degradasi alami akibat faktor lingkungan dan penggunaan harian. Meskipun helm tidak pernah terjatuh atau terlibat dalam kecelakaan, kemampuan komponen pelindungnya dalam menyerap energi benturan akan menurun drastis setelah melewati masa lima tahun pemakaian.
