ilustrasi MotoGP (pexels.com/jilu jily)
Penggunaan karbon fiber dan magnesium di MotoGP adalah hal lumrah untuk mengejar rasio tenaga terhadap berat yang ideal. Melalui ajang ini, pabrikan mempelajari cara memproduksi material ringan tersebut secara lebih efisien agar biayanya bisa ditekan untuk produksi skala besar. Rangka motor yang lebih ringan namun kaku membantu pengendalian motor menjadi lebih lincah dan responsif, sebuah karakteristik yang sangat dicari oleh pengguna motor harian.
Sektor pengereman juga mendapat dampak signifikan dari riset di lintasan balap. Penggunaan cakram karbon dan sistem hidrolik berperforma tinggi memberikan data krusial mengenai pelepasan panas dan daya henti yang konsisten. Inovasi ini memastikan bahwa sistem pengereman pada motor komersial memiliki ketahanan yang handal, bahkan saat digunakan dalam kondisi darurat atau perjalanan jarak jauh yang menantang.
Opini editor:
Riset yang dilakukan para insinyur MotoGP menjadikan balapan paling bergengsi di dunia ini sebagai laboratorim otomotif dunia. Sebab, meskipun biaya pengembangan satu motor prototipe mencapai jutaan Euro, investasi tersebut terjustifikasi ketika teknologi keselamatan seperti kontrol traksi dan material yang lebih kuat berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang di jalan raya. Tanpa tekanan dari kompetisi balap, perkembangan teknologi sepeda motor mungkin akan stagnan atau melambat karena kurangnya pengujian di kondisi yang paling brutal.