Aspek lain yang tak kalah penting adalah aturan hukum. Di Indonesia, penggunaan knalpot bising atau yang tidak sesuai standar bisa berujung pada tilang. Polisi sering menggelar razia knalpot brong karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Artinya, menggunakan knalpot racing di jalan raya punya risiko tersendiri.
Selain itu, knalpot racing yang tidak sesuai spesifikasi motor bisa berdampak buruk pada mesin dalam jangka panjang. Tekanan gas buang yang tidak seimbang dapat memicu overheat atau mempercepat keausan komponen. Sebaliknya, knalpot standar dirancang khusus oleh pabrikan agar selaras dengan karakter mesin, sehingga lebih aman untuk jangka panjang dan minim perawatan tambahan.
Jadi, pada akhirnya, pilihan antara knalpot standar atau racing kembali ke kebutuhan masing-masing pengendara. Jika tujuannya untuk kenyamanan, efisiensi, dan ketenangan, knalpot standar jelas lebih cocok untuk harian. Namun, jika kamu ingin tampil beda, sering ikut event motor, atau sekadar mengejar sensasi suara dan performa, knalpot racing bisa jadi pilihan dengan catatan digunakan di tempat yang tepat.
So, sebelum memutuskan mengganti knalpot, pikirkan kembali fungsi utama motormu: untuk gaya semata atau untuk menemani aktivitas harian dengan aman dan nyaman.