Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mesin motor (unsplash.com/Richard R)
ilustrasi mesin motor (unsplash.com/Richard R)

Intinya sih...

  • Kebiasaan memanaskan motor berasal dari kebutuhan teknis pada era motor lawas

  • Mesin modern dirancang agar bisa langsung bekerja stabil tanpa perlu waktu lama untuk "pemanasan"

  • Mesin modern tetap butuh adaptasi saat pertama dinyalakan, namun proses ini sudah terjadi dalam hitungan detik, bukan menit

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Memanaskan motor sebelum dipakai sudah lama jadi kebiasaan pengendara di Indonesia. Kebiasaan ini sudah muncul sejak era motor lawas, ketika teknologi mesin masih jauh dari kata efisien.

Tapi, seiring berkembangnya teknologi, pertanyaan itu mulai relevan, apakah motor sekarang masih perlu dipanaskan seperti dulu?

1. Kebiasaan yang berasal dari kebutuhan teknis

ilustrasi seseorang memanaskan mesin motor (pexels.com/Gijs Coolen)

Dulu, motor dengan sistem karburator memang membutuhkan waktu agar campuran udara dan bahan bakar bekerja optimal. Oli mesin juga butuh waktu lebih lama untuk bersirkulasi merata, terutama saat mesin dingin. Karena itulah memanaskan motor selama beberapa menit dianggap penting demi menjaga performa dan keawetan mesin.

Nah, kebiasaan tersebut masih sering diterapkan juga pada motor modern. Padahal, sistem injeksi dan material mesin saat ini sudah jauh lebih presisi. Mesin dirancang agar bisa langsung bekerja stabil sejak dinyalakan, tanpa perlu waktu lama untuk "pemanasan" seperti dulu.

2. Mesin tetap perlu adaptasi

illustrasi mesin motor (unsplash.com/Declan Sun)

Bukan berarti motor modern sama sekali tak perlu adaptasi saat pertama dinyalakan. Oli mesin tetap butuh waktu singkat untuk bersirkulasi, terutama jika motor sudah lama tidak dipakai. Namun, proses ini sebenarnya sudah terjadi dalam hitungan detik, bukan menit.

Alih-alih didiamkan lama dalam kondisi stasioner, cara yang lebih bijak adalah membiarkan mesin hidup sebentar, lalu langsung digunakan dengan putaran rendah dan beban ringan.

Cara ini justru membantu mesin mencapai suhu kerja ideal lebih cepat dan merata, sekaligus mengurangi pemborosan bahan bakar.

3. Memanaskan motor terlalu lama justru bisa jadi sia-sia

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Membiarkan motor menyala terlalu lama tanpa bergerak berpotensi membuat pembakaran tidak efisien. Mesin memang panas, tapi tidak bekerja optimal. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meninggalkan residu karbon dan membuat konsumsi BBM terasa lebih boros.

Kesimpulannya, memanaskan motor bukan soal ritual, melainkan memahami cara kerja mesin. Di era motor modern, yang dibutuhkan bukan lagi menunggu lama, tapi memberi waktu singkat agar mesin siap, lalu menggunakannya dengan tepat. Dengan begitu, motor tetap awet tanpa perlu kebiasaan lama yang sudah tak relevan sepenuhnya.

Editorial Team