Fenomena tarikan mesin sepeda motor yang terasa lebih bertenaga atau "ngacir" saat dikendarai pada malam hari sering kali dianggap hanya sebagai perasaan subjektif belaka. Namun, sensasi berkendara yang lebih ringan dan responsif tersebut sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan erat dengan hukum fisika serta perubahan kondisi lingkungan.
Perbedaan suhu udara dan tingkat kelembapan antara siang dan malam hari memberikan pengaruh langsung terhadap kualitas pembakaran di dalam ruang mesin. Transformasi performa ini terjadi secara alami tanpa perlu melakukan modifikasi teknis, menjadikannya sebuah momen yang sangat dinamis bagi para pengendara untuk merasakan potensi maksimal dari kendaraan kesayangannya.
