Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Panduan Aman Naik Motor Saat Cuaca Ekstrem, Jangan Nekat!
Ilustrasi Banjir di Cilincing Jakarta Utara. (IDN Times/Dini Suciatingrum)
  • BMKG memprediksi cuaca ekstrem hingga Mei 2026 di Banten, membuat pengendara motor harus ekstra waspada terhadap hujan deras, banjir, dan visibilitas rendah.
  • Pengendara disarankan mengubah gaya berkendara jadi lebih halus dan defensif, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu utama untuk meningkatkan keselamatan.
  • Hindari menerjang banjir melebihi batas aman motor dan pastikan kondisi ban, rem, serta perlengkapan seperti jas hujan dan helm tetap optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG hingga 8 Mei 2026 di Banten membuat mobilitas harian, khususnya bagi pengguna sepeda motor, jadi jauh lebih menantang. Hujan deras, potensi banjir, dan visibilitas rendah bisa datang tiba-tiba dan meningkatkan risiko di jalan.

Di situasi seperti ini, motor memang tetap jadi solusi praktis untuk menembus kemacetan. Namun tanpa teknik berkendara yang tepat, risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan juga ikut meningkat. Berikut panduan aman yang perlu kamu perhatikan.

1. Ubah gaya berkendara, jangan samakan dengan kondisi normal

[Ilustrasi banjir di Jakarta] Suasana banjir melanda di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (22/1/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Saat hujan deras, daya cengkeram ban menurun dan jarak pengereman jadi lebih panjang. Ini artinya, gaya berkendara harus lebih halus dan defensif dibanding kondisi normal.

Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak.

Penggunaan rem juga harus lebih halus dengan kombinasi depan dan belakang agar ban tidak mudah selip. Selain itu, lampu utama sebaiknya selalu dinyalakan untuk meningkatkan visibilitas di tengah hujan.

2. Jangan nekat terjang banjir, pahami batas aman motor

Ilustrasi banjir rob (pexels.com/Dibakar Roy)

Genangan air sering kali terlihat dangkal, padahal bisa menyimpan risiko besar. Batas aman motor umumnya hanya sampai bawah knalpot atau setengah roda. Lebih dari itu, risiko air masuk ke mesin dan sistem kelistrikan akan meningkat drastis.

Jika air sampai masuk ke ruang bakar, bisa terjadi kerusakan serius seperti water hammer. Belum lagi komponen elektronik modern yang sensitif terhadap air. Karena itu, jika ragu dengan kedalaman banjir, sebaiknya cari jalur alternatif atau menunggu hingga air surut.

3. Pastikan kondisi motor dan perlengkapan tetap optimal

ilustrasi banjir di wilayah perkotaan, dampak dari perubahan pola hujan (pexels.com/Dibakar Roy)

Selain teknik berkendara, kondisi motor dan perlengkapan juga sangat menentukan keselamatan. Ban dengan tapak yang masih tebal akan memberikan grip lebih baik di jalan basah, sementara rem yang optimal membantu menjaga kontrol saat pengereman.

Penggunaan jas hujan model setelan lebih disarankan dibanding ponco karena tidak mudah tersangkut. Visor helm yang jernih, sarung tangan, dan sepatu tahan air juga membantu menjaga visibilitas serta kontrol tetap maksimal meski dalam kondisi basah.

Editorial Team