Y-Shift bekerja dengan mengatur rasio transmisi secara elektronik lewat sistem transmisi YECVT milik Yamaha. Ketika menekan tombol Y-Shift, sistem akan menahan posisi v-belt di rasio lebih rendah. Akibatnya, putaran mesin (rpm) langsung naik sekitar 1.000 poin dan menghasilkan dorongan torsi tambahan. Rasanya seperti turbo aktif atau efek engine brake layaknya motor manual saat menyalip.
Namun, perlu diingat, Y-Shift hanya bisa digunakan dalam rentang rpm tertentu, yaitu minimal 3.000—3.500 dan maksimal 8.500 rpm. Kalau rpm kamu terlalu rendah atau terlalu tinggi, fitur ini tidak akan aktif. Untuk menonaktifkannya, cukup buka gas penuh, lepas gas, atau tekan tombol Mode. Karena itu, fitur ini ideal digunakan dalam kondisi jalan menanjak, menurun, atau saat ingin cepat mendahului kendaraan.
Sementara itu, Riding Mode tidak punya syarat rpm tertentu dan bisa kamu ubah kapan saja hanya dengan menekan tombol Mode di setang kiri. Tersedia dua pilihan mode, yaitu T-Mode untuk penggunaan harian dan S-Mode saat kamu ingin performa lebih responsif. Saat berpindah dari T ke S, rpm biasanya naik 500—1.000 poin meskipun gas tidak ditarik penuh. Mode ini bekerja dengan menyesuaikan karakter pengapian mesin, suplai bahan bakar, dan setelan transmisi agar sesuai kebutuhan pengendara.