Fenomena tenaga penjual atau sales yang lebih mengarahkan konsumen untuk mengambil skema kredit dibandingkan tunai sudah menjadi rahasia umum di industri otomotif tanah air. Sering kali, calon pembeli yang membawa uang tunai justru mendapatkan pelayanan yang kurang responsif atau waktu inden yang jauh lebih lama dibandingkan mereka yang memilih mencicil.
Keberpihakan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan hasil dari struktur bisnis yang melibatkan ekosistem lembaga pembiayaan dan target profitabilitas diler. Memahami dinamika di balik layar ini akan membantu konsumen melihat sisi lain dari industri ritel kendaraan yang sangat bergantung pada perputaran arus kas dan kemitraan finansial.
