Fenomena target fixation merupakan salah satu ancaman paling nyata namun sering kali tidak disadari oleh para pengendara sepeda motor. Kondisi psikofisik ini terjadi ketika otak secara tidak sadar memerintahkan tubuh untuk mengarahkan kendaraan menuju objek yang sedang dipandangi secara intens, terutama saat muncul rasa panik atau kecemasan mendadak di tengah jalan raya.
Secara mekanis, sepeda motor akan selalu bergerak mengikuti arah pandangan mata pengendaranya. Namun, dalam situasi darurat seperti melihat lubang besar, tumpahan oli, atau pembatas jalan, refleks manusia cenderung terkunci pada ancaman tersebut daripada mencari ruang kosong untuk menghindar. Kegagalan sistem saraf dalam memproses prioritas visual inilah yang sering kali berujung pada kecelakaan yang seharusnya bisa dihindari.
