Jakarta, IDN Times - Bulan Ramadan membuat pola aktivitas masyarakat berubah, termasuk dalam hal mobilitas sehari-hari.
Waktu perjalanan kerap menyesuaikan dengan jadwal sahur, jam kerja, hingga momen menjelang berbuka puasa yang biasanya membuat lalu lintas menjadi lebih padat dari biasanya.
Kondisi tersebut menuntut pengendara untuk tetap menjaga konsentrasi dan kondisi fisik agar perjalanan tetap aman. Terlebih bagi pengendara sepeda motor yang harus menghadapi langsung kondisi jalan dan cuaca selama berpuasa.
Menurut Trainer Yamaha Riding Academy Indonesia, Muhammad Arief, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuh selama menjalankan ibadah puasa.
“Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena seperti kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
