ilustrasi arus mudik saat bulan ramadan menjelang lebaran (unsplash.com/Abdul Ridwan)
Dudy juga telah melakukan koordinasi terkait persiapan Angkutan Lebaran 2025 dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfhi. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian Menhub pada koordinasi dengan Pemprov Jabar antara lain pasar tumpah, kepadatan lokasi wisata, serta perlintasan sebidang.
Terbaru, Menhub telah melakukan koordinasi kesiapan dan penanganan angkutan Lebaran dengan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa pada Jumat (7/3). Koordinasi meliputi upaya menghindari terjadinya kemacetan atau kepadatan dari pasar tumpah, mengantisipasi kepadatan di lokasi wisata, serta keselamatan masyarakat khususnya di perlintasan sebidang.
Kemenhub sebelumnya juga telah mengusulkan adanya kebijakan kebijakan Work from Anywhere (WFA/bekerja dari mana saja) bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengurangi kepadatan lalu lintas saat masa angkutan Lebaran tahun 2025.
Bahkan, Menhub mengusulkan hal serupa kepada perusahaan swasta agar mengatur program WFA demi mendukung kelancaran angkutan Lebaran.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2025 pada tanggal 28—30 Maret 2025.
"Yang kemungkinan akan terjadi pada arus puncak mudik itu antara 28 dan 30 Maret, sedangkan puncak arus balik pada tanggal 5—7 April 2025," kata Kapolri.
Guna menjaga keamanan lalu lintas saat mobilitas mudik Lebaran, Kapolri mengatakan, Korlantas Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2025 dalam dua versi. Untuk operasi di wilayah, kata dia, mulai dari Lampung sampai Bali selama 17 hari, sedangkan untuk 28 Polda yang lain akan dilaksanakan selama 14 hari.
"Dimulai 23 Maret untuk yang delapan Polda (Lampung sampai Bali, red.) dan pada tanggal 26 Maret untuk yang di 28 Polda lain," ucapnya.