Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
17 Ide Jualan Ramadan Paling Laris yang Bisa Kamu Mulai dari Rumah
ilustrasi kolak pisang ubi (vecteezy.com/ikarahma)⁸

Intinya sih...

  • Takjil paket 3 in 1Paket takjil membuat pembeli merasa dapat banyak tanpa berpikir panjang. Gabungkan kolak, gorengan, dan es buah untuk nilai beli yang tinggi.

  • Es buah dan es campur cupMinuman dingin dalam cup praktis dibawa dan cocok untuk pembeli yang buru-buru. Produksi massal dengan komposisi es dan buah yang rapi.

  • Kolak pisang dan kolak campurKolak klasik dengan variasi pelengkap seperti kolang-kaling atau singkong. Pastikan manisnya tidak berlebihan agar orang tetap mau beli lagi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ramadan sering jadi momen terbaik untuk mulai jualan dari rumah. Banyak orang mencari takjil praktis dan menu sahur cepat, sehingga ide jualan Ramadan punya pasar yang jelas. Kalau kamu memilih produk yang tepat, jualan bisa jalan stabil meski kamu mulai dari dapur sendiri.

Supaya optimal, fokus pada menu yang mudah diproduksi dan mudah dikemas. Pembeli biasanya suka rasa yang konsisten, harga masuk akal, dan sistem pesan yang tidak ribet. Berikut 17 ide jualan Ramadan paling laris yang bisa kamu mulai dari rumah.

1. Takjil paket 3 in 1

ilustrasi aneka takjil (vecteezy.com/Seftian Anderson)

Paket takjil membuat pembeli merasa dapat banyak tanpa berpikir panjang. Kamu bisa gabungkan kolak, gorengan, dan es buah supaya nilai belinya terasa lebih tinggi. Model seperti ini juga memudahkan kamu mengatur porsi dan stok.

Agar terlihat menarik, fokus pada kombinasi yang aman dan disukai banyak orang. Kamu bisa buat dua ukuran paket, kecil untuk sendiri dan besar untuk keluarga. Tambahkan label sederhana berisi isi paket dan jam ambil, supaya pembeli merasa lebih yakin.

2. Es buah dan es campur cup

Es buah (vecteezy.com/Tomy Ardiansyah)

Minuman dingin dalam cup praktis dibawa dan cocok untuk pembeli yang buru-buru. Kamu bisa produksi massal karena bahan dasarnya mirip, hanya beda topping dan sirup. Permintaannya biasanya stabil karena banyak orang mencari yang segar saat berbuka.

Supaya tidak mudah encer, atur komposisi es dan buah dengan rapi. Pakai cup yang kuat dan tutup rapat agar aman saat dibawa. Kalau kamu ingin terlihat lebih profesional, pakai stiker kecil berisi nama produk dan tanggal produksi.

3. Kolak pisang dan kolak campur

Kolak (vecteezy.com/Reza Fahmi Kalkasandi)

Kolak itu menu klasik yang hampir selalu ada saat Ramadan. Pisang, ubi, dan santan memberi rasa manis yang nyaman untuk buka puasa. Banyak orang juga suka kolak karena bisa dinikmati hangat atau dingin.

Supaya kolakmu tidak terasa biasa, kamu bisa bermain di bagian pelengkapnya. Tambahkan kolang-kaling atau singkong untuk variasi tekstur, atau siapkan opsi durian untuk pembeli yang suka rasa lebih kuat. Pastikan manisnya tidak berlebihan agar orang tetap mau beli lagi, bukan cuma sekali.

4. Gorengan premium

Risol ragout (vecteezy.com/pana design)

Gorengan tetap laku, tetapi versi premium biasanya punya nilai jual lebih tinggi. Isi seperti risol mayo, tahu walik, atau pastel sering dicari karena terasa lebih mengenyangkan. Pembeli biasanya lebih percaya kalau tampilannya bersih dan rapi.

Jaga kualitas minyak supaya gorengan tidak cepat bau dan tidak terasa berat. Gunakan kemasan kertas food grade atau box kecil agar terlihat lebih niat. Kamu juga bisa jual paket campur supaya pembeli bisa coba banyak varian.

5. Dimsum dan siomay frozen

ilustrasi dimsum (vecteezy.com/ibnu aji anggoro)

Produk frozen cocok untuk orang yang ingin stok makanan cepat untuk sahur atau buka. Dimsum dan siomay juga termasuk menu yang familiar, jadi gampang diterima. Banyak pelanggan suka karena tinggal kukus atau goreng, lalu selesai.

Agar orang percaya, cantumkan cara masak yang jelas dan sederhana. Buat ukuran per porsi supaya pembeli tidak bingung saat menyajikan. Kalau rasanya konsisten, peluang repeat order biasanya lebih besar.

6. Ayam ungkep bumbu siap goreng

Ayam ungkep siap goreng (vecteezy.com/Andhika Raya Creative)

Ayam ungkep itu penyelamat untuk orang yang sibuk dan butuh sahur cepat. Pembeli tinggal goreng sebentar tanpa harus meracik bumbu dari awal. Produk seperti ini terasa praktis, tetapi tetap punya rasa rumahan.

Kamu bisa buat beberapa varian, misalnya bumbu kuning dan bumbu pedas. Pastikan ayamnya matang bumbu dan aromanya tidak amis, karena itu yang paling menentukan. Tambahkan saran penyajian singkat supaya pembeli makin yakin.

7. Sambal rumahan beberapa level pedas

Sambal andaliman (freepik.com/partystock)

Sambal botolan banyak dicari karena bisa dipakai untuk berbagai lauk. Varian seperti sambal bawang, sambal matah, atau sambal ijo mudah dikenal dan gampang dipasarkan. Pembeli biasanya suka kalau ada pilihan tingkat pedas yang jelas.

Gunakan botol yang rapat dan label yang rapi supaya terlihat higienis. Tulis level pedas dengan angka agar pembeli mudah memilih. Kamu juga bisa menawarkan paket tiga rasa supaya mereka bisa coba sekaligus.

8. Aneka kue kering sistem pre-order

ilustrasi nastar (vecteezy.com/pana design)

Kue kering selalu jadi bagian dari Ramadan dan menjelang Lebaran. Dengan sistem pre-order, kamu bisa mengatur produksi supaya tidak keteteran. Ini juga membantu kamu menghitung bahan dengan lebih aman.

Buat daftar varian yang jelas, misalnya nastar, kastengel, putri salju, dan lidah kucing. Tawarkan ukuran toples berbeda agar pembeli punya pilihan sesuai budget. Jangan lupa tentukan tanggal tutup order supaya alurnya tidak berantakan.

9. Hampers Ramadan

Hampers Ramadan (instagram.com/jwmarriottjkt)

Hampers punya nilai jual tinggi karena biasanya dibeli untuk hadiah. Isi sederhana seperti kurma, kue kering, dan teh atau kopi sudah cukup menarik. Banyak orang juga suka karena tinggal kirim tanpa repot memilih satu-satu.

Kamu bisa menawarkan opsi custom agar pembeli merasa lebih personal. Tambahkan kartu ucapan sederhana yang desainnya bersih dan manis. Packaging yang rapi sering jadi alasan orang membeli, jadi bagian ini jangan disepelekan.

10. Kurma dan olahan kurma

Aneka jenis kurma (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Kurma termasuk produk yang identik dengan Ramadan, jadi pasarnya jelas. Kamu bisa jual kurma kiloan, kemasan kecil, atau paket untuk oleh-oleh. Selain itu, olahan kurma juga menarik untuk pembeli yang suka variasi.

Misalnya kamu buat minuman dates milk atau kurma isi kacang. Pastikan takaran manisnya tidak berlebihan karena kurma sudah punya rasa kuat. Gunakan kemasan yang rapat agar produk tetap bagus saat disimpan.

11. Katering sahur hemat

Menu katering sahur (vecteezy.com/Bigc Studio)

Katering sahur sering dicari anak kos dan pekerja yang tidak sempat masak. Menunya tidak perlu ribet, cukup nasi, satu lauk, dan sayur dengan harga yang terjangkau. Model ini terasa membantu, apalagi saat orang mengejar waktu sebelum imsak.

Kunci utamanya ada di konsistensi rasa dan ketepatan jam kirim. Pilih menu yang aman dan tidak mudah basi, terutama bila pengiriman cukup jauh. Kamu juga bisa buat paket mingguan supaya order lebih stabil.

12. Katering buka puasa kantor atau komunitas

Menu katering buka puasa (vecteezy.com/michael nero jonnes)

Order untuk kantor atau komunitas biasanya jumlahnya besar dan sekaligus. Sistem pesan H-1 membantu kamu mengurangi risiko sisa produksi. Ide ini cocok kalau kamu sanggup mengatur dapur dan alur packing dengan rapi.

Buat pilihan menu yang jelas dan mudah dipahami panitia. Pisahkan paket lengkap dan paket ekonomis supaya mereka bisa menyesuaikan anggaran. Pastikan kamu punya format konfirmasi order yang tegas agar tidak ada salah jumlah.

13. Dessert box mini

Dessert box (instagram.com/hussttt.dessert)

Ukuran mini sering lebih laku karena orang ingin manis, tetapi tidak mau terlalu berat. Produk seperti ini cocok dimakan setelah tarawih atau sebagai camilan malam. Selain itu, tampilannya mudah dibuat menarik untuk promosi.

Pilih rasa yang familiar dulu agar lebih cepat diterima, lalu tambah varian pelan-pelan. Gunakan cup yang rapat supaya tidak mudah tumpah saat dibawa. Kamu bisa membuat paket isi dua atau tiga cup agar nilai belinya naik.

14. Puding cup dan silky pudding

Puding (unsplash.com/Jonathan Borba)

Puding termasuk produk yang modalnya cukup ramah untuk pemula. Bentuknya cantik, gampang divariasikan, dan cocok untuk banyak usia. Saat Ramadan, puding sering jadi pilihan aman karena terasa ringan.

Kamu bisa buat rasa cokelat, vanila, atau mangga yang mudah dijual. Untuk silky pudding, pastikan teksturnya benar-benar halus dan tidak berair. Beri topping secukupnya agar terlihat menarik tanpa membuat biaya membengkak.

15. Aneka roti dan snack box

Snack box (instagram.com/bundajoeli.bakery)

Snack box sering dipesan untuk rapat, buka bersama, atau dibagikan sebagai takjil. Isinya bisa roti, risol, kue kecil, dan minuman, jadi pembeli tinggal ambil beres. Produk seperti ini juga terasa praktis untuk yang mengurus acara.

Agar tidak bikin bingung, kamu bisa buat beberapa paket dengan nama yang sederhana. Misalnya paket hemat, paket standar, dan paket lengkap, dengan isi yang jelas. Jangan lupa cantumkan jam ambil atau jam kirim agar tidak bentrok dengan produksi.

16. Bumbu instan rumahan

Bumbu instan (pixabay.com/Yulyasha)

Bumbu instan memudahkan orang masak tanpa harus ngulek dari awal. Menu seperti rendang, opor, gulai, atau sambal goreng sering dipakai selama Ramadan sampai Lebaran. Karena itu, produk bumbu biasanya punya peluang dibeli berulang.

Fokus pada rasa yang konsisten dan aroma yang bersih. Buat ukuran kecil untuk coba-coba dan ukuran besar untuk pelanggan yang sudah cocok. Sertakan saran pemakaian singkat agar pembeli tidak ragu saat memasak.

17. Jus sehat dan infused water

Jus sehat homemade (unsplash.com/Raman)

Saat Ramadan, banyak orang lebih suka minuman yang terasa ringan namun tetap menyegarkan. Jus buah dan infused water pas untuk target yang peduli asupan dan ingin tetap punya stamina. Dari sisi produksi, kamu bisa membuat banyak varian rasa tanpa harus melakukan perubahan besar.

Coba kemas dalam botol kecil dan buat label yang memuat rasa serta tanggal produksi. Pilih racikan yang umum dan aman, misalnya lemon, mentimun, atau jeruk, lalu tambahkan opsi tanpa gula jika memungkinkan. Pastikan kebersihan saat membuat dan cara menyimpannya rapi agar kualitas tetap bagus.

Jualan Ramadan bisa kamu mulai dari rumah dengan memilih ide yang paling realistis untuk kamu jalankan. Jaga rasa, kebersihan, dan kemasan supaya pelanggan percaya dan mau pesan lagi. Mulai dari satu produk dulu, lalu naikkan variasi saat ritme produksi sudah stabil.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team