Sejumlah calon penumpang kereta api berjalan kaki sambil membawa barang bawaan melewati selasar Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)
Adapun okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh tercatat sebagai berikut:
•11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7 persen)
•12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2 persen)
•13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4 persen)
•14 Maret: 185.866 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7 persen).
Anne menjelaskan bahwa okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya penumpang dinamis, yaitu pola naik dan turun pelanggan di stasiun perantara.
“Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Hal ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” ucap Anne.
Pada hari ini diperkirakan 160.815 pelanggan akan melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh atau sekitar 98,4 persen dari total kapasitas 163.432 tempat duduk yang disediakan.